SANGATTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Ulin, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Minggu (23/8) sore. Api membakar semak belukar kering di kawasan yang berada tak jauh dari permukiman dan workshop penyimpanan alat berat.
Ketua RT 43, Sugiono, mengatakan titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.25 Wita. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
Namun, keterbatasan peralatan membuat upaya warga tidak maksimal.
“Kelihatan sekitar jam 17.25 Wita. Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya,” kata Sugiono.
Baca Juga: Api Makin Membesar, Air Makin Langka! Cerita Petugas Karhutla Kaltim Berburu Air 5 Kilometer
Warga kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim untuk meminta bantuan. Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD disebut belum tiba di lokasi.
Sugiono memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar setengah lapangan sepak bola. Kondisi vegetasi yang didominasi semak belukar kering membuat api berpotensi cepat menjalar, terutama ketika angin bertiup cukup kencang.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, titik kebakaran berada tidak jauh dari sejumlah bangunan dan permukiman.
Ancaman lain datang dari keberadaan workshop di sekitar lokasi. Area tersebut digunakan untuk menyimpan alat berat. Jika kobaran api meluas, aset di dalam workshop berpotensi ikut terdampak.
Warga hingga kini masih berupaya menahan laju api dengan peralatan yang tersedia sambil menunggu bantuan dari petugas. Mereka berharap penanganan segera dilakukan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan yang lebih padat dan mendekati bangunan di sekitar titik api.
Editor : Muhammad Ridhuan