KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutai Timur (Kutim) tahun ini diproyeksikan tidak semeriah tahun sebelumnya. Kebijakan efisiensi membuat sejumlah agenda yang sebelumnya dikolaborasikan dengan dinas-dinas daerah ditiadakan dari rangkaian acara.
Meski begitu, Pemkab Kutim tetap berikhtiar agar peringatan hari jadi pada 12 Oktober mendatang berlangsung semarak. Salah satu siasatnya adalah dengan mempertahankan kegiatan rakyat serta menggandeng pihak swasta melalui program sponsor.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menuturkan, pada tahun-tahun sebelumnya banyak kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilebur ke dalam kalender HUT. Ragam acara tersebut meliputi pertunjukan seni budaya, turnamen olahraga, hingga promosi pariwisata daerah.
Baca Juga: Buruh Soroti Soal Outsourcing, Pemkab Kutim Bawa 12 Tuntutan ke Senayan
“Tahun ini karena efisiensi, kegiatan-kegiatan itu tidak muncul lagi di dinas-dinas. Jadi agenda perayaan kita menjadi lebih ringkas pada HUT Kutim kali ini,” ungkap Mahyunadi.
Kendati agenda berkurang, Pemkab Kutim tetap berupaya menghadirkan kehangatan perayaan bagi masyarakat luas. Agenda jalan sehat dipastikan tetap bergulir untuk menjaga silaturahmi warga dengan jajaran pemerintah.
“Pertama, kita ingin menghadirkan rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga jalan sehat insyaallah tetap terlaksana. Kedua, suasana pestanya harus tetap terasa, jadi malam puncak perayaan juga tetap disiapkan,” tuturnya.
Mengenai pembiayaan, Mahyunadi menyebut kas daerah (APBD) tetap dialokasikan seperlunya. Namun, keterbatasan ruang fiskal akibat pengetatan anggaran mendorong Pemkab Kutim kembali merangkul kalangan industri.
Baca Juga: Dana Desa Bakal Menyusut Drastis, Pemkab Kutim Dorong Legalitas Aset Lahan
Tantangannya, sektor pertambangan batu bara yang lazim menjadi mitra utama daerah tengah menghadapi dampak pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Situasi tersebut sempat memengaruhi tingkat produksi korporasi dan membatasi penyaluran dukungan perayaan.
“Seperti kita ketahui, perusahaan tambang sempat menghadapi pemotongan RKAB sehingga terjadi turbulensi operasional. Namun, saya mendengar kabar beberapa perusahaan sudah menerima kembali persetujuan RKAB mereka,” jelas Mahyunadi.
Pemulihan izin RKAB tersebut membuka ruang komunikasi baru bagi pemerintah daerah. Pemkab Kutim optimistis dapat menjalin kerja sama kembali dengan pihak perusahaan demi menyukseskan hari jadi daerah. (*)
Editor : Duito Susanto