Orangutan Tiba-Tiba Muncul di Jalan Poros Kutim, Pengendara Berhenti dan Rekam Momen

Jufriadi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:57 WIB
Orangutan terlihat memakan dedaunan di pinggir Jalan Poros Rantau Pulung-Sangatta, Kutim, Senin (14/9). (FOTO JUFRIADI/KP)
Orangutan terlihat memakan dedaunan di pinggir Jalan Poros Rantau Pulung-Sangatta, Kutim, Senin (14/9). (FOTO JUFRIADI/KP)

KALTIMPOST.ID-Kemunculan satu individu orangutan di Jalan Poros Rantau Pulung-Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Senin (14/9) sore, menarik perhatian pengguna jalan. Satwa dilindungi tersebut terlihat berada di sisi jalan yang ramai dilintasi kendaraan.

Sejumlah pengendara memilih berhenti untuk melihat orangutan tersebut dari dekat. Beberapa di antaranya mengabadikan kemunculan satwa itu menggunakan kamera ponsel.

Orangutan tersebut tampak memakan dedaunan di pinggir jalan. Kondisi tubuhnya terlihat berisi dengan bulu cukup lebat.

Yuristio, salah seorang pengguna jalan yang hendak menuju Sangatta, mengaku baru kali pertama melihat orangutan di sekitar ruas tersebut.

Baca Juga: Karhutla Paser Capai 558 Hektare, Begini Cara KPHP Kendilo Padamkan Api Tanpa Air

Meski menjadi pemandangan yang jarang ditemui, keberadaan satwa liar di dekat arus kendaraan juga menimbulkan kekhawatiran. “Itu pemandangan yang unik, bisa melihat orangutan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Yuristio, posisi orangutan yang berada di jalan umum berpotensi membahayakan satwa tersebut. Risiko juga dapat muncul apabila terjadi kontak langsung dengan manusia.

“Karena ini di jalan umum yang ramai, saya khawatir orangutan ini tertabrak kendaraan atau terjadi kontak dengan manusia,” katanya.

Dia berharap instansi berwenang segera memantau kondisi di lapangan. Evakuasi dinilai perlu dilakukan apabila keberadaan orangutan berada di lokasi yang membahayakan keselamatannya.

Kemunculan orangutan di sekitar jalur kendaraan bukan kali pertama terjadi di Kutim. Kejadian serupa sebelumnya juga sempat terekam di Jalan Poros Bengalon hingga kawasan jalan hauling perusahaan.

Kemunculan berulang tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan ketika berhadapan dengan satwa liar.

Pengendara diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu interaksi langsung atau membahayakan satwa. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim letjen lucky avianto orangutan Samboja ibu kota nusantara kutai timur