KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kutai Timur (Kutim) sejak Rabu (16/9). Kondisi tersebut seiring memburuknya kualitas udara dalam dua hari terakhir.
Indeks Kualitas Udara (IKU) Kutim bahkan sempat menyentuh angka 165 pada Rabu pukul 19.05 Wita. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Sementara pada Kamis (17/9), indeks berada di angka 114 atau masih dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Baca Juga: Kerap Padam Bergilir, Pemkab Kubar Surati PLN hingga Minta Penambahan Kapasitas Mesin
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok masyarakat yang lebih rentan.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau kardiovaskular.
Yuwana mengimbau kelompok tersebut membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker.
Baca Juga: 14 Titik di Penajam Mati Lampu, Pemadaman Empat Jam Kamis Ini
“Kalau memang harus keluar ruangan gunakan masker, khususnya masker N95. Apabila tidak tersedia masker N95, bisa menggunakan masker bedah atau masker yang ada,” ujarnya.
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan dengan memastikan sirkulasi udara berjalan baik. Asupan cairan juga perlu diperhatikan dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi sayur dan buah.
Yuwana juga meminta masyarakat tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan udara buruk. Batuk, sesak napas, iritasi mata, hingga dada terasa sesak atau berat perlu segera diperiksakan.
Baca Juga: Kepungan Asap Kiriman Meluas hingga PPU, Diskes Turunkan Tim Ukur Kualitas Udara
“Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, dada terasa sesak atau berat, bisa segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Kutim mulai membagikan stok masker yang tersedia kepada masyarakat. Namun, persediaannya masih terbatas. Dinkes pun masih menunggu tambahan masker dari Kementerian Kesehatan.
“Untuk pembagian masker saat ini kami sedang membagi stok masker yang ada karena jumlahnya terbatas sambil menunggu dropping dari Kemenkes,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A