Kabut Asap Selimuti Sangatta, BPBD Kutim Beberkan Sumber Asap dan Kualitas Udara Terkini

Jufriadi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:43 WIB
TERDAMPAK: Kabut asap menyelimuti kawasan Sangatta, Kutai Timur, Kamis (17/9). Kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
TERDAMPAK: Kabut asap menyelimuti kawasan Sangatta, Kutai Timur, Kamis (17/9). Kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Kutai Timur (Kutim) dalam dua hari terakhir bukan hanya dipicu titik api lokal, melainkan kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari daerah tetangga. Imbas kepungan asap tersebut, Indeks Kualitas Udara (IKU) di Kutim sempat anjlok ke kategori tidak sehat.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, pada Rabu (16/9), IKU Kutim sempat menembus angka 165 yang masuk kategori tidak sehat. Sehari berselang, Kamis (17/9), angkanya tercatat di level 114 atau berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Baca Juga: Kabut Asap Mengkhawatirkan, Sekolah di Kutim Beralih ke PJJ  

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Sulastin mengungkapkan, sebaran kabut asap pekat ini bersumber dari ribuan titik panas yang membakar wilayah sekitar Kutim.

“Kondisi di Kutim diperparah oleh asap kiriman akibat karhutla dari daerah sekitarnya. Wilayah Kalimantan Timur secara umum sedang dikepung ribuan titik api, terutama dari wilayah Berau, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat,” ungkap Sulastin, Kamis (17/9).

Sulastin menjelaskan, embusan angin ke arah utara dan timur laut mendorong akumulasi partikel asap dari ketiga kabupaten tetangga tersebut masuk langsung ke ruang udara Kutim. Kondisi tersebut diperkuat hasil analisis citra satelit dan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Kutim Menyusut, Disdikbud Kurangi Cakupan Sejumlah Program

“Berdasarkan analisis citra satelit dan prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi atmosfer di wilayah Kutai Timur saat ini didominasi oleh fenomena udara kabur yang dipicu oleh sebaran asap karhutla di wilayah Kalimantan Timur,” terangnya.

Menyikapi memburuknya kualitas udara, BPBD mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berat di luar ruangan serta mengenakan masker pelindung. Kewaspadaan ekstra ditujukan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit saluran pernapasan dan kardiovaskular.

BPBD Kutim memastikan pemantauan titik api dan arah angin terus dilakukan secara intensif. Pasalnya, dinamika kualitas udara di Kutim ke depan sangat bergantung pada perkembangan karhutla di wilayah regional Kalimantan Timur. (*)

Editor : Duito Susanto
karhutla Kaltim BPBD Kutim kabut asap kutim kualitas udara sangatta