Kabut Asap Tebal, Wisatawan Diimbau Tunda Kunjungan ke Pulau Miang Kutim

Jufriadi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:41 WIB
ASAP: Kondisi perairan Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, diselimuti kabut asap tebal hingga mengurangi jarak pandang, Jumat (18/9). IST/KP
ASAP: Kondisi perairan Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, diselimuti kabut asap tebal hingga mengurangi jarak pandang, Jumat (18/9). IST/KP

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Kabut asap tebal yang menyelimuti perairan dan kawasan dermaga Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), membuat pengelola wisata mengeluarkan imbauan kepada calon wisatawan.

Asap terlihat sejak beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di kawasan perairan menurun cukup signifikan. Selain mengganggu aktivitas di laut, pekatnya kabut juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan wisatawan.

Ketua Pokdarwis Nusa Bale Pulau Miang, Sapina Wahdah, mengatakan pihaknya tidak menutup aktivitas wisata di Pulau Miang. Namun, wisatawan untuk sementara diimbau tidak melakukan perjalanan hingga kondisi kabut membaik.

Baca Juga: Dua Pekan Tembus 8.609 Kasus, Penderita ISPA di Samarinda Melonjak Nyaris 30 Persen Akibat Asap

“Kami tidak menutup, tapi kami mengimbau untuk tidak ke pulau. Kami juga meminta agen travel yang membawa tamu untuk mengatur ulang jadwalnya,” kata Sapina, Jumat (18/9).

Menurut dia, kondisi kabut yang sangat tebal menjadi pertimbangan utama. Selain jarak pandang di laut yang berkurang dan dapat meningkatkan risiko perjalanan, paparan udara berkabut juga dinilai kurang baik bagi kesehatan wisatawan.

Imbauan tersebut dinilai penting karena sebagian besar aktivitas menuju Pulau Miang menggunakan transportasi laut. Kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama ketika kabut menutupi jalur pelayaran.

Di sisi lain, keterbatasan akses kesehatan di Pulau Miang juga menjadi pertimbangan. Jika wisatawan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara, penanganan medis tidak bisa dilakukan dengan cepat karena fasilitas kesehatan berada cukup jauh dari kawasan pulau.

Baca Juga: Nusron Wahid Akhirnya Muncul, Ini Sikap Menteri ATR/BPN soal OTT KPK yang Menyeret Namanya

“Apalagi akses kesehatan jauh. Jadi kalau ada apa-apa, tentu penanganannya tidak bisa secepat kalau berada di daratan,” ujarnya.

Karena itu, Sapina meminta agen perjalanan yang telah memiliki jadwal kunjungan untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi tanpa menghentikan aktivitas wisata secara permanen.

Pokdarwis Nusa Bale akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara di sekitar Pulau Miang. Informasi mengenai kondisi terbaru akan disampaikan kepada wisatawan dan agen perjalanan sebelum melakukan kunjungan.

Sapina berharap wisatawan memahami imbauan tersebut sebagai langkah pencegahan. Kunjungan dapat kembali dilakukan setelah kondisi dinilai lebih aman dan kabut tidak lagi mengganggu aktivitas maupun kesehatan wisatawan.

“Untuk sementara kami minta agen travel mengatur ulang jadwal. Kami akan terus memantau kondisi dan mengabarkan kalau sudah aman untuk kembali berwisata,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Wisata Kutai Timur kabut asap kutim Pokdarwis Nusa Bale sangkulirang pulau miang