Sempat Terekam di Jalan Hauling Perusahaan, Orangutan di Kutim Akhirnya Berhasil Dievakuasi  

Jufriadi • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:36 WIB
Orangutan sempat terekam kamera warga di jalan hauling PT SHJ, Kecamatan Muara Bengkal. (IST)
Orangutan sempat terekam kamera warga di jalan hauling PT SHJ, Kecamatan Muara Bengkal. (IST)  

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Individu orangutan sempat terekam kamera warga yang melintas di jalan hauling PT Surya Hutani Jaya (SHJ), Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur (Kutim). Kemunculan satwa tersebut menarik perhatian para pengendara yang melintas di lokasi.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar di media sosial, orangutan terlihat berada di sekitar jalan hauling. Beberapa pengendara bahkan berhenti untuk melihat dan memberikan buah kepada satwa tersebut.

Baca Juga: Ditangkap di Hotel Muara Wahau, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Poket Sabu  

Kemunculan orangutan itu bukan kali pertama terpantau di kawasan tersebut. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Ari Wibawanto mengatakan, penanganan terhadap orangutan tersebut telah dilakukan sejak Juli 2026.

BKSDA bersama Centre for Orangutan Protection (COP) dan pihak perusahaan melakukan pencarian serta pemantauan untuk mengevakuasi satwa tersebut.

“Tim melakukan pencarian dan upaya penanganan. Orangutan sempat ditemukan pada 22 Juli, namun karena kendala teknis saat proses evakuasi, orangutan kembali masuk ke hutan,” katanya, Minggu (20/9).

Baca Juga: Sukses Bukukan Rp2 Miliar, Koperasi Merah Putih Balikpapan Bersiap Jadi Pangkalan Gas LPG Subsidi

Pencarian dilanjutkan hingga 24 Juli. Dari pemantauan menggunakan drone, tim menemukan beberapa sarang orangutan di kawasan high conservation value (HCV).

Setelah kembali muncul dan ramai di media sosial pada akhir Agustus, tim kembali melakukan pencarian melalui penelusuran lapangan, pengumpulan informasi dari pengguna jalan dan masyarakat, serta pemantauan menggunakan drone. Hingga 31 Agustus, orangutan belum berhasil ditemukan.

Ari menyebut, kemunculan orangutan di sekitar jalan salah satunya diduga dipengaruhi kondisi kemarau. Sejumlah anak sungai mengering sehingga satwa bergerak mencari sumber air dan makanan.

Baca Juga: Sistem Kelistrikan Melak Terganggu, PLN Minta Maaf Belum Bisa Pastikan Listrik Normal  

Sebagai langkah pencegahan, tim melakukan pemantauan, memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengguna jalan, serta memasang baliho imbauan. Koordinasi dengan pihak perusahaan juga dilakukan untuk meningkatkan pemantauan satwa dan menyediakan sumber air di koridor satwa.

“Jika bertemu orangutan, jangan didekati, jangan diberi makan, atau diganggu. Berikan ruang dan segera laporkan kepada pihak terkait,” tegasnya.

Setelah melalui rangkaian pemantauan dan penanganan, tim rescue akhirnya berhasil menyelamatkan orangutan tersebut Kamis (17/9).

Sehari kemudian, orangutan berjenis kelamin jantan tersebut dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Kecamatan Muara Wahau. Kawasan tersebut merupakan habitat orangutan.

Orangutan itu diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dengan berat 51,6 kilogram. Kondisinya sehat, aktif, dan memiliki nafsu makan yang baik.

Pelepasliaran dilakukan agar satwa tersebut dapat kembali menjalani kehidupannya di habitat alami. BKSDA juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati maupun memberikan makanan jika kembali menemukan orangutan di sekitar aktivitas manusia. (*)

Editor : Sukri Sikki
orangutan kutai timur evakuasi BKSDA Kaltim