KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan olahraga. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas kegiatan sekaligus membuka peluang bagi pemuda di daerah.
Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kepemudaan dan olahraga. Karena itu, pihaknya terus mengajak perusahaan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan di wilayah kecamatan.
Baca Juga: Bupati Kutim Minta Generasi Muda Mempersiapkan Diri Hadapi Investasi Besar
Menurutnya, keterlibatan perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan pemuda, pengembangan usaha maupun penyediaan sarana olahraga. Pemuda juga didorong agar tidak hanya bergantung pada program pemerintah.
“Kita berupaya kecamatan mengajak multi stakeholder termasuk perusahaan untuk bisa bersama-sama berkontribusi,” kata Basuki, Minggu (27/9).
Baca Juga: Dari Korps Bhayangkara ke Podium Dunia, Kiprah Bripda Gabriel Koleksi Belasan Medali
Ia menyebut, sejumlah kegiatan di kecamatan telah mendapat dukungan dari perusahaan. Salah satunya kegiatan olahraga dan kepemudaan yang berlangsung di Kaliorang dan Kebon.
Basuki mencontohkan kegiatan tinju rakyat di Kaliorang. Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat dukungan perusahaan dan turut menggerakkan pelaku UMKM. Hal serupa juga terjadi dalam kegiatan sepak bola di Kebon yang melibatkan dukungan perusahaan, termasuk dalam perbaikan sarana olahraga.
“Artinya sudah terbangun kesepahaman tanggung jawab pembangunan pemuda dan olahraga adalah tanggung jawab kita baik pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Baca Juga: Sungai Kerbau Nyaris Hilang dari Peta, Diangkat Lagi Lewat Aksi WCD
Selain olahraga, Dispora juga mendorong kelompok pemuda mengembangkan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi. Di antaranya melalui kelompok tani muda dan kegiatan kewirausahaan.
Basuki mengatakan, organisasi kepemudaan (OKP) juga didorong untuk kembali aktif membuat kegiatan yang dapat menciptakan peluang usaha bagi anggotanya maupun pemuda lainnya.
Ia berharap kolaborasi dengan perusahaan dapat terus dikembangkan. Menurutnya, dukungan tersebut tidak harus selalu dalam bentuk pembiayaan kegiatan, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemuda dan olahraga di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, Basuki menilai keterlibatan pemuda dalam kegiatan produktif juga menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai aktivitas negatif. Pemuda diarahkan memiliki kegiatan yang dapat meningkatkan kemandirian sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Bagaimana kita bisa menciptakan peluang usaha dan memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang. Minimal, mereka memiliki kegiatan positif sehingga bisa terhindar dari narkoba, balap liar, dan aktivitas negatif lainnya, sekaligus menumbuhkan kemandirian," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki