Mulai 8 Oktober, Jembatan Muara Lembak Kutim Ditutup 30 Hari, Ini Jalur Alternatifnya

Jufriadi • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:24 WIB
Jembatan Muara Lembak di Sepaso Timur, Bengalon, Kutim ini akan ditutup total selama 30 hari mulai 8 Oktober 2026 untuk perbaikan. (IST)
Jembatan Muara Lembak di Sepaso Timur, Bengalon, Kutim ini akan ditutup total selama 30 hari mulai 8 Oktober 2026 untuk perbaikan. (IST)    

 

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Pengguna jalan yang melintas dari Simpang Perdau menuju Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) harus bersiap mencari jalur alternatif. Jembatan Muara Lembak di Kelurahan Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, bakal ditutup total selama 30 hari mulai Kamis (8/10).

Penutupan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. Langkah tersebut diambil menyusul kondisi fisik jembatan yang mengalami penurunan dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Disdikbud Kutim Jemput Bola ke Kementerian, Buka Jalur Bantuan Pusat untuk Pegiat Seni

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur Jasmudin S. Bitticaca mengatakan, kerusakan terjadi pada struktur bawah jembatan hingga bagian jalan pendekat.

"Telah terjadi settlement pada oprit jembatan sisi Simpang Perdau dengan selisih kedalaman kurang lebih 1 meter," kata Jasmudin dalam surat resminya nomor PW.04.01/B/Bbpjn7.8/2026/987.

Baca Juga: Wartawan Diminta Surat sebelum Wawancara di PUPR Kutim, Pemkab Angkat Bicara  

Kondisi tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan penurunan kondisi fondasi abutmen. Kerusakan diperparah dugaan scouring serta beban kendaraan yang melampaui batas.

"Penurunan kondisi fondasi abutmen yang mengalami retakan diduga akibat scouring ditambah muatan kendaraan yang melebihi batas," ujarnya.

Untuk menjaga akses transportasi tetap berjalan, BBPJN Kaltim akan kembali memasang Jembatan Bailey sebagai penanganan sementara. Pekerjaan dijadwalkan dimulai bersamaan dengan penutupan akses pada 8 Oktober dan ditargetkan berlangsung selama 30 hari.

Baca Juga: Pemkot Balikpapan Gelontorkan 8 Ton Beras CPPD: Sasar Ibu Hamil KEK dan Baduta Gizi Kurang

Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan tidak dapat melintasi Jembatan Muara Lembak. Pengguna jalan menuju Sangkulirang dan wilayah sekitarnya akan diarahkan melalui jalur alternatif.

"Kendaraan yang akan melintasi Jembatan Muara Lembak menuju Sangkulirang dan sekitarnya dialihkan ke Jalur Alternatif melintasi Jembatan Ken Arok di Sepaso Timur, Bengalon sampai penanganan sementara menggu Jembatan Bailey selesai dilaksanakan," jelas Jasmudin.

BBPJN Kaltim meminta pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan ikut menyebarluaskan informasi penutupan tersebut. Sosialisasi dinilai penting mengingat Jembatan Muara Lembak menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan ruas Simpang Perdau dengan Sangkulirang. (*)

 

Editor : Sukri Sikki
bengalon sangkulirang jembatan BBPJN Kaltim kutim