Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

FOMO, Ketakutan Generasi Muda Masa Kini

Almasrifah • Senin, 3 Juni 2024 | 13:03 WIB
Ilustrasi Fear of Missing Out. (freepik.com)
Ilustrasi Fear of Missing Out. (freepik.com)

KALTIMPOST.ID, Perkembangan teknologi yang sangat masif memungkin kita untuk mengetahui segala hal dengan cepat dan mudah. Tanpa sadar, kondisi ini berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Salah satunya fear of missing out atau yang sering disebut FOMO. Adalah fenomena psikologi yang muncul karena rasa takut melewatkan suatu aktivitas tertentu yang sedang terjadi.

Kecemasan akan datang dengan sendirinya jika tidak mengikuti segala peristiwa, informasi, atau pengalaman yang baru dan popular. Orang dengan FOMO terus-menerus merasa perlu terlibat dalam segala hal agar tidak kehilangan momen atau peluang penting. Terlebih, tidak ingin tertinggal untuk mengabadikan suatu momen demi kepentingan popularitas. 

Perasaan FOMO bisa terjadi pada semua gender dan usia. Namun, yang paling rentan adalah kalangan muda dan generasi milenial. Dilansir dari Halodoc.com berikut beberapa ciri untuk mengetahui seseorang mengalami FOMO.

1. Menggunakan media sosial secara berlebihan. Seseorang dengan FOMO cenderung tenggelam dalam dunia media sosial untuk mengetahui segala hal yang sedang terjadi dalam kehidupan orang lain. Sehingga selalu mengecek ponsel tepat ketika bangun tidur bahkan sebelum tidur.

2. Takut ditolak atau dikucilkan. Individu FOMO merasa perlu untuk selalu up to date agar bisa diterima oleh kelompok sosialnya.

3. Mengeluarkan uang untuk membeli hal-hal yang tidak penting. Sering terlibat dalam aktivitas sosial yang tidak sesuai dengan minat dan finansialnya. Seseorang dengan FOMO akan rela karena dalih tidak ingin ketinggalan.

4. Merasa tidak puas. Meski menggeluti beragam kegiatan, individu FOMO tidak pernah merasa puas. Mereka selalu mencari informasi yang lebih baru, pengalaman yang lebih menarik, atau momen yang lebih seru demi mendapat perhatian dari orang lain. 

5. Sulit untuk fokus. Terlibat dalam berbagai aktivitas membuat seorang dengan FOMO sulit untuk fokus sepenuhnya dalam suatu pekerjaan. Hal itu mengakibatkan kualitas pekerjaan dan efisiensi menurun hingga memicu stres.

6. Tidak memiliki hubungan yang dalam. Individu dengan FOMO mungkin terlibat banyak aktivitas sosial, namun hubungannya cenderung dangkal. Keterlibatan yang sering kali sekadar permukaan dapat merugikan kualitas hubungan. Hal ini menciptakan kesan hubungan tersebut hanya berdasarkan pada kehadiran fisik, tanpa koneksi emosional yang mendalam.

 

Editor : Almasrifah