Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Benarkah Kipas Angin Menyebabkan Bell’s Palsy?

Almasrifah • Rabu, 5 Juni 2024 | 19:59 WIB
Ilustrasi bell
Ilustrasi bell

KALTIMPOST.ID, Salah satu solusi mengusir gerah saat cuaca panas yaitu dengan menggunakan kipas angin. Selain hemat energi, kipas angin juga mampu menjaga suhu ruangan tetap dingin. Namun, benarkah paparan dingin yang dihasilkan dari kipas angin bisa menyebabkan bell’s palsy. Berikut penjelasan lengkapnya.

Bell's palsy adalah suatu kondisi yang menyebabkan lumpuhnya sebagian atau seluruh otot pada salah satu sisi wajah.

Kelumpuhan ini terjadi akibat peradangan atau pembengkakan pada saraf wajah, yaitu saraf ketujuh atau saraf fasialis. Saraf fasialis ini berfungsi mengontrol ekspresi dan indra perasa di kulit wajah.

Menurut dr. Riza Marlina yang dilansir dari alodokter.com, diduga penyebab bell’s palsy adalah infeksi virus. Adanya dugaan bahwa bell’s palsy dapat terjadi akibat paparan udara dingin, seperti penggunaan AC dan kipas angin, sebenarnya hal ini tidak benar. Namun, memang paparan udara dingin seperti penggunaan AC atau kipas angin menjadi salah satu faktor pembantu terjadinya bell’s palsy karena membantu penyebaran virus yang menyebabkan bell’s palsy. Karena itu, penting untuk menggunakan kipas angin dalam waktu yang wajar dan pastikan paparannya tidak langsung mengarah ke badan atau wajah dalam waktu lama agar terhindar dari infeksi virus.

Sementara itu, menurut helodoc.com, beberapa penyakit infeksi virus yang dicurigai ada hubungannya dengan bell’s palsy yaitu:

  1. Herpes simpleks.
  2. Cacar air dan herpes zoster.
  3. Mononukleosis menular (epstein-barr).
  4. Infeksi sitomegalovirus.
  5. Penyakit pernapasan (adenovirus).
  6. Campak jerman (rubella).
  7. Gondongan (virus gondong).
  8. Flu (flu B).

Selain infeksi virus, bell’s palsy juga bisa terjadi karena faktor berikut.

  1. Cedera karena kecelakaan, terjadi karena luka robek pada dagu atau retak pada tulang tengkorak.
  2. Kelumpuhan wajah turunan, kondisi ini terjadi pada anak yang terlahir dengan kelemahan atau kelumpuhan pada wajah.
  3. Cedera karena operasi, kondisi ini umumnya terjadi saat operasi kelenjar parotis.
Editor : Almasrifah