KALTIMPOST.ID, Menyusui adalah proses belajar untuk Anda dan bayi. Menyusui bisa menjadi pengalaman yang memuaskan dengan manfaat besar untuk ibu dan bayi. Berikan diri Anda waktu dan bersabar selama proses ini.
Cobalah untuk rileks dan menikmati waktu menyusui sebagai momen ikatan dengan bayi Anda. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan teman sangat penting. Jangan ragu untuk meminta bantuan atau dukungan emosional.
Cara menyusui yang benar tidak hanya akan membuat proses menyusui menjadi lancar, tetapi juga bisa memastikan bahwa si kecil mendapatkan asupan nutrisinya secara optimal. Selain itu, proses menyusui yang benar akan membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi.
Berikut adalah beberapa tips untuk menyusui yang sukses:
- Mulailah Menyusui Sesegera Mungkin
Setelah melahirkan, letakkan bayi di dada ibu segera setelah lahir dengan metode inisiasi menyusu dini (IMD) untuk merangsang produksi air susu ibu (ASI) dan membangun ikatan dengan bayi. Usahakan untuk menyusui bayi dalam satu jam pertama setelah kelahiran jika memungkinkan.
- Perbaiki Posisi dan Pelekatan
Temukan posisi menyusui yang nyaman untuk Anda dan bayi. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menutupi sebagian besar areola, bukan hanya puting. Pelekatan yang baik membantu mencegah nyeri puting dan memastikan bayi mendapatkan cukup ASI.
- Menyusui Sesuai Permintaan
Menyusui sesuai permintaan bayi, yaitu ketika bayi menunjukkan tanda-tanda lapar seperti mengisap jari, menjulurkan lidah, atau menggerakkan kepala mencari puting. Hindari menetapkan jadwal ketat untuk menyusui.
Bayi mungkin ingin menyusui lebih sering dari yang Anda harapkan, terutama dalam beberapa minggu pertama.
Bayi yang kenyang akan tampak puas, melepas payudara dengan sendirinya, dan memiliki popok yang basah dan kotor secara teratur.
Baca Juga: Pahami dan Jangan Mudah Percaya Informasi yang Keliru terkait Ibu Menyusui
- Perhatikan Produksi ASI
Menyusui secara teratur membantu menjaga produksi ASI. Semakin sering bayi menyusui, semakin banyak ASI yang akan diproduksi.
Jika Anda perlu meninggalkan bayi untuk bekerja atau alasan lain, pompa ASI untuk mempertahankan suplai dan menyediakan stok ASI untuk bayi.
Jika Anda mengalami kesulitan menyusui, jangan ragu untuk mencari bantuan dari konsultan laktasi yang bersertifikat. Mereka dapat memberikan saran dan teknik untuk memperbaiki masalah menyusui.
- Jaga Kesehatan Anda
Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk memastikan Anda mengonsumsi berbagai macam makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan bayi Anda.
Minum banyak air putih untuk tetap terhidrasi, karena produksi ASI membutuhkan cairan.
Istirahat yang cukup. Ibu menyusui membutuhkan banyak istirahat untuk pulih dari persalinan dan menghasilkan ASI yang cukup.
Tidurlah minimal 7-8 jam per malam dan istirahatlah di siang hari jika memungkinkan.
- Hindari Penggunaan Dot dan Botol Dini
Hindari memberikan dot atau botol kepada bayi dalam beberapa minggu pertama untuk mencegah bingung puting. Ini membantu bayi berfokus pada menyusui langsung dari payudara. Namun, ada yang terpaksa menggunakan dot dan botol karena ibu yang bekerja, kondisi medis tertentu atau hal lainnya.
Baca Juga: Pahami dan Jangan Mudah Percaya Informasi yang Keliru terkait Ibu Menyusui
Dapatkan dukungan dari orang lain. Bergabunglah dengan kelompok menyusui atau bicaralah dengan konsultan laktasi jika Anda membutuhkan bantuan.
Berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari ibu menyusui lain dapat membantu Anda menyusui dengan lebih sukses.
Melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, dan kelompok pendukung ibu menyusui untuk memberikan edukasi langsung ke masyarakat. Kemudian, mendorong terbentuknya kelompok pendukung ibu di komunitas menyusui.
Memfasilitasi forum diskusi dan berbagi pengalaman antara ibu menyusui untuk saling mendukung.
Baca Juga: Pahami dan Jangan Mudah Percaya Informasi yang Keliru terkait Ibu Menyusui
Mengembangkan kebijakan dan peraturan yang melindungi dan mendukung praktik menyusui, seperti cuti melahirkan yang memadai. Menegakkan aturan terkait promosi susu formula yang dapat menghambat praktik menyusui. (*)
Editor : Dwi Puspitarini