Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

8 Mitos Vaksin yang Terpatahkan tapi Masih Ditakuti dan Dipercaya Masyarakat

Almasrifah • Selasa, 23 Juli 2024 | 20:30 WIB

Ilustrasi. PIN Polio 2024 masih menemui kendala akibat mitos vaksin yang terlanjur menyebar. Padahal vaksin polio telah mencegah polio di seluruh dunia.
Ilustrasi. PIN Polio 2024 masih menemui kendala akibat mitos vaksin yang terlanjur menyebar. Padahal vaksin polio telah mencegah polio di seluruh dunia.
KALTIMPOST.ID, Di tengah kedaruratan kejadian luar biasa (KLB) polio di berbagai daerah. Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 masih menemui tantangan akibat informasi salah yang terlanjur berkembang.

PIN polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio terhadap kelompok sasaran imunisasi polio tanpa memandang status imunisasi lainnya.

Kegiatan ini dilakukan demi memutus mata rantai virus polio yang telah menyebar di seluruh daerah dengan memberikan vaksin polio pada anak usia 0-7 tahun.

Dikutip dari uinfluence.com, dalam 30 tahun terakhir, vaksin polio telah hampir memusnahkan penyakit polio. Pada 1988, terjadi 350.000 kasus polio di seluruh dunia. Dan turun menjadi hanya 140 kasus pada 2020.

Untuk itu, demi membantu kelancaran PIN Polio 2024, berikut kami sajikan mitos vaksin yang telah terpatah oleh fakta namun sudah terlanjur berkembang dan ditakuti oleh masyarakat.

1. Mitos anak bisa tertular penyakit dari vaksin

Faktanya, virus ataupun bakteri yang telah dilemahkan pada vaksin justru membuat tubuh anak kebal terhadap penyakit tertentu.

2. Mitos vaksin memiliki beberapa kerugian dan efek samping jangka panjang bahkan bisa berakibat fatal

Baca Juga: 6 Contoh Sambutan Hari Anak Nasional yang Sesuai dengan Tema dari KemenPPPA RI

Faktanya, vaksin adalah sistem kekebalan yang aman. Umumnya reaksi vaksin bersifat minor dan sementara. Misalnya nyeri di area penyuntikan seperti lengan, atau demam ringan.

3. Mitos jangan memberikan vaksin ketika anak sakit

Faktanya, kondisi sakit ringan seperti demam, batuk dan pilek, atau eksim diperbolehkan menerima vaksin. Karena tidak digolongkan ke dalam kontraindikasi atau precaution.

4. Mitos cukup hidup sehat, bersih, dan sanitasi lingkungan baik, maka tidak perlu vaksinasi

Faktanya, penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi dapat menyerang kembali apabila program vaksinasi dihentikan. Sedangkan perbaikan kebersihan, cuci tangan, dan air bersih dapat membantu melindungi dari penyakit infeksi, banyak penyakit infeksi yang tetap menyebar sekalipun hidup bersih.

5. Vaksin polio berbahaya

Faktanya, vaksin polio telah melindungi jutaan anak. Vaksin polio oral (OPV) aman dan efektif. Miliaran anak di seluruh dunia sudah menerima OPV dengan aman. Lebih dari 100 juta dosis vaksin ini sudah diberikan tanpa laporan masalah keamanan.

6. Mitos pemberian vaksin lebih dari 1 pada waktu bersamaan meningkatkan risiko berbahaya dan membebani sistem imun

Faktanya, bukti ilmiah menunjukkan bahwa memberikan beberapa vaksin pada waktu bersamaan tidak berpengaruh buruk pada sistem imun.

7. Mitos vaksin polio menyebabkan infertilitas

Faktanya, tidak ada bukti bahwa vaksin polio apapun memengaruhi kesuburan. Vaksin polio telah membantu mengakhiri polio di banyak negara padat penduduk, tanpa memengaruhi angka kelahiran. Vaksin polio bekerja dengan membangun kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi dari polio tanpa mengganggu organ reproduksi.

8. Mitos kombinasi vaksin difteri, tetanus, pertussis, dan vaksin polio menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak

Faktanya, hal ini hanya kebetulan terjadi dalam waktu yang berdekatan. Situasi ini hanya minor bila dibandingkan dengan risiko yang terjadi jika anak tidak mendapatkan vaksin. Kemungkinan anak tersebut bisa lumpuh, campak, radang otak, dan lainnya.

Editor : Almasrifah
#mitos vaksin #PIN Polio adalah #PIN Polio 2024 #vaksin polio #kejadian luar biasa