Terlalu dini toilet training berisiko menyebabkan masalah kesehatan seperti sembelit, kerusakan ginjal, hingga infeksi saluran kemih. Hal ini disebabkan kandung kemih anak belum siap.
Menurut Dr Steve Hodges Ahli Urologi Anak di Wake Forest University Baptist Medical Center, kandung kemih anak akan terus tumbuh hingga usia 3-4 tahun, organ ini akan tumbuh lebih kuat dan cepat jika proses isi dan kosongnya tidak dipaksakan.
"Anak berusia kurang dari tiga tahun sebaiknya jangan dipaksa menahan keinginannya untuk buang air," terang Hodges.
Infeksi kandung kemih juga banyak dialami oleh anak yang dipaksa toilet training sebelum usia 2 tahun. Ini membuat anak menjadi lebih awal belajar menahan pipis padahal ia belum mengerti pentingnya langsung buang air saat kebelet.
Anak-anak tidak suka menghentikan aktivitas yang sedang mereka lakukan. Karena itu, jika dipaksakan toilet training, anak akan menunda-nunda buang air dengan menahannya karena lebih asik bermain.
Kebiasaan anak menahan buang air kecil, dalam jangka waktu bulan atau tahun, akan menyebabkan otot kandung kemih menebal sehingga menurunkan kapasitas dan mekanisme kandung kemih. Hal inilah yang menyebabkan anak buang air tanpa terkendali.
Sedangkan kebiasaan anak yang sering menahan buang air besar dapat menyebabkan rektum yang berfungsi menampung kotoran, merenggang hingga 10 cm bahkan lebih.
Akibatnya, kandung kemih akan terjepit dan membuat anak tidak mampu menahan pipis dalam jangka waktu lama.
Peregangan rektum tersebut akan membuatnya lebih besar dan mengakibatkan saraf yang ada di antara usus dan kandung kemih iritasi. Kondisi ini memicu buang air anak tidak terkendali dan menjadi lebih sering ngompol.
Baca Juga: Main Gadged Terus! 7 Trik Sukses Buat Anak Mau Olahraga saat Weekend, Sepeda Balance Paling Digemari
Tidak ada patokan kesiapan waktu yang tepat anak buang air di toilet. Ini tergantung pada perkembangan dan kesiapan anak maupun orangtua. Ada yang siap usia 2 tahun, ada yang 3 tahun, ada juga yang 4 tahun.
Jadi sebenarnya orangtualah yang paling tahu kapan waktu tepat memulai toilet training. Yakni dengan mengamati perkembangan fisik, kognitif, dan perilakunya.
Hindari juga malah menghukum atau memarahi anak saat ia memang belum siap dan kelepasan saat toilet training.
Editor : Almasrifah