KALTIMPOST.ID, Musim pancaroba membawa perubahan cuaca ekstrem, seperti panas terik di siang hari dan hujan deras di malam hari.
Perubahan ini dapat memengaruhi daya tahan tubuh dan memicu sakit tenggorokan yang kerap menjadi keluhan umum.
Sakit tenggorokan di musim pancaroba sering disebabkan oleh virus dan bakteri yang berkembang dalam kondisi lembap dan suhu yang berubah drastis.
Berikut ini beberapa penyebab utama sakit tenggorokan saat pancaroba serta tips untuk mengatasinya!
Baca Juga: Hati-Hati! Kebiasaan Sehari-Hari Ini Bisa Merusak Fungsi Otak
Penyebab Sakit Tenggorokan di Musim Pancaroba
- Infeksi Virus
Virus flu adalah salah satu penyebab utama sakit tenggorokan di musim pancaroba, biasanya disertai gejala demam, hidung tersumbat, dan batuk.
Virus Epstein-Barr, yang menyebabkan mononukleosis, serta virus herpes simplex juga dapat memicu nyeri tenggorokan.
- Infeksi Bakteri
Bakteri seperti Streptococcus pyogenes juga dapat menyebabkan radang tenggorokan, biasanya ditandai dengan bintik putih pada amandel.
Selain itu, Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumoniae adalah bakteri lain yang dapat menginfeksi tenggorokan.
- Iritasi Lingkungan
Asap rokok dan polusi udara adalah penyebab lain dari sakit tenggorokan. Polutan di udara dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan nyeri.
Reaksi alergi terhadap serbuk sari atau bulu hewan juga bisa menyebabkan nyeri tenggorokan.
- Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan membuat lendir di tenggorokan mengering, meningkatkan risiko iritasi. Ketika tubuh kekurangan cairan, tenggorokan menjadi lebih kering dan lebih rentan terhadap infeksi.
- Asam Lambung dan Ketegangan Otot Tenggorokan
Naiknya asam lambung dapat mengiritasi tenggorokan, terutama saat cuaca dingin. Sering berbicara atau berteriak juga bisa menyebabkan ketegangan otot di tenggorokan.
Baca Juga: Mengatasi Mata Panda dan Kantung Mata secara Alami: Tips Ampuh yang Bisa Dicoba di Rumah!
Tips Mencegah dan Mengatasi Sakit Tenggorokan
Untuk mengurangi risiko sakit tenggorokan, lakukan beberapa langkah pencegahan sederhana berikut ini:
- Minum Air Putih yang Cukup
Jaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan minum setidaknya 2 liter air setiap hari. Ini penting untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan menghindari kekeringan.
- Jaga Kebersihan Tangan
Rajin mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah keluar rumah, membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab sakit tenggorokan.
- Hindari Kontak Langsung dengan Orang Sakit
Jika ada orang di sekitar yang sakit, hindari kontak langsung agar tidak tertular. Penyakit tenggorokan sangat mudah menyebar melalui udara saat batuk atau bersin.
- Gunakan Humidifier untuk Kelembapan Udara
Menjaga kelembapan udara, terutama di ruangan ber-AC, dapat membantu mencegah tenggorokan kering. Humidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara di dalam rumah.
- Hindari Paparan Asap Rokok dan Polusi
Hindari asap rokok dan polusi udara yang dapat mengiritasi tenggorokan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama jika kualitas udara buruk.
- Konsumsi Makanan Bergizi dan Cukup Istirahat
Makan makanan sehat, terutama buah dan sayur, membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin dan mineral dari makanan bergizi akan memperkuat sistem imun tubuh. Jangan lupa cukup istirahat setiap malam untuk mendukung proses pemulihan tubuh.
- Hindari Bertukar Alat Makan
Berbagi alat makan atau minum dengan orang lain bisa menjadi sumber penularan infeksi. Sebaiknya gunakan alat makan pribadi, terutama di musim pancaroba ini.
Baca Juga: Mengapa Pilihan Childfree Kerap Mendapat Stigma?
Jika sakit tenggorokan disertai dengan demam tinggi, kesulitan menelan, nyeri pada telinga, pembengkakan kelenjar getah bening, atau ruam kulit, segera konsultasikan dengan dokter. Ini bisa menjadi tanda infeksi yang membutuhkan perawatan medis.
Musim pancaroba bisa menjadi tantangan bagi kesehatan, terutama tenggorokan.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko, Anda bisa menjaga kesehatan tenggorokan dan tetap produktif sepanjang musim pancaroba ini.
Lakukan langkah-langkah di atas untuk mencegah sakit tenggorokan yang bisa mengganggu aktivitas Anda, dan jangan lupa untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala semakin parah. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini