Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Word of the Year 2024: Apa Itu Brain Rot dan Benarkah Media Sosial Sedang Membusukkan Otak Kita?

Dwi Puspitarini • Sabtu, 7 Desember 2024 | 09:02 WIB
Ilustrasi. Brain rot jadi ancaman serius bagi generasi muda.
Ilustrasi. Brain rot jadi ancaman serius bagi generasi muda.

 

KALTIMPOST.ID, Tahun 2024 ditutup dengan kejutan dari Oxford University Press yang menobatkan "brain rot" sebagai Word of the Year.

Pilihan ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap dampak buruk konsumsi konten daring, terutama bagi generasi muda yang terus terpapar informasi berkualitas rendah di media sosial. Tapi, apa sebenarnya "brain rot" dan mengapa istilah ini begitu populer?

Menurut definisi Oxford, "brain rot" merujuk pada kemunduran kondisi mental atau intelektual akibat konsumsi berlebihan terhadap materi yang remeh atau tidak bermutu, terutama di dunia daring.

Istilah ini mencuat di tahun 2024 karena menjadi simbol dari kecemasan kolektif terhadap pengaruh teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari.

 Baca Juga: Utang Menumpuk? Jangan Panik! Pelajari Cara Melunasi Utang dengan Strategi yang Efektif

Bagaimana "Brain Rot" Menjadi Tren?

Istilah ini sebenarnya bukanlah hal baru. Kata "brain rot" pertama kali muncul dalam karya Henry David Thoreau, Walden, yang diterbitkan pada 1854.

Namun, penggunaannya melonjak drastis di era digital, terutama di kalangan Gen Z dan Gen Alpha yang akrab dengan budaya konten media sosial.

Casper Grathwohl, presiden Oxford Languages, menjelaskan, “Brain rot berbicara tentang bahaya yang dirasakan dalam kehidupan virtual dan bagaimana kita memanfaatkan waktu luang. Ini menjadi babak baru dalam diskusi global tentang hubungan manusia dan teknologi.”

Pilihan ini juga dipengaruhi oleh lebih dari 37 ribu suara publik yang mendukung istilah tersebut sebagai representasi budaya digital saat ini.

 Baca Juga: Tahun Baru, Kebiasaan Baru: Kenapa Resolusi Anda Sulit Tercapai? Jawabannya Ada di Sini!

Dampak "Brain Rot" bagi Generasi Digital

Brain rot menggambarkan fenomena yang kian nyata di dunia modern, kebiasaan menghabiskan waktu di media sosial tanpa mempertimbangkan kualitas informasi yang diterima.

Akibatnya, banyak individu mengalami kelelahan mental dan penurunan kapasitas intelektual.

Fenomena ini juga menjadi perhatian para pakar kesehatan mental. Mereka menilai bahwa konsumsi konten berkualitas rendah dalam jangka panjang dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis dan produktivitas seseorang.

Pilihan "brain rot" sebagai Word of the Year bukan hanya refleksi dari kondisi saat ini, tetapi juga peringatan bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari solusi, banyak komunitas daring mulai mendorong gerakan digital minimalism, yaitu penggunaan teknologi secara sadar untuk meningkatkan kualitas hidup.

Generasi muda, sebagai pengguna aktif media sosial, perlu diarahkan untuk mengoptimalkan teknologi tanpa mengorbankan kesehatan mental mereka. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

Editor : Dwi Puspitarini
#kecerdasan #generasi digital #generasi muda #otak #Word of The Year 2024 #Brain Rot #media sosial #Digital Minimalism #kesehatan mental #tren #konten digital #fenomena #Apa Itu Brain Rot #oxford