Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tahun Baru, Tantangan Baru: Ancaman Siber yang Akan Mengintai di 2025

Dwi Puspitarini • Minggu, 8 Desember 2024 | 08:16 WIB

 

 

 

Ilustrasi ancaman siber.
Ilustrasi ancaman siber.

 

KALTIMPOST.ID, Tahun 2025 tinggal menghitung hari. Selain menjadi momen refleksi dan harapan baru, tahun depan juga membawa tantangan besar, khususnya di dunia digital.

Menurut laporan terbaru Kaspersky, ancaman keamanan siber akan semakin kompleks dan canggih.

Prediksi ini mencakup kecerdasan buatan (AI), privasi data, hingga gelombang penipuan baru yang mengancam pengguna internet di seluruh dunia. 

 Baca Juga: Punya Resolusi Tahun Baru? Yuk, Wujudkan Karier Impianmu dengan Keterampilan yang Paling Dibutuhkan di Tahun 2025

AI Bukan Lagi Teknologi Baru, tetapi Utilitas Harian 

Di tahun 2025, kecerdasan buatan diprediksi tidak lagi dianggap sebagai teknologi masa depan.

Sebaliknya, AI akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, diintegrasikan ke dalam berbagai platform seperti iOS dan Android. AI digunakan untuk komunikasi, tugas kreatif, hingga alur kerja. 

Namun, normalisasi ini membawa risiko besar. Salah satunya adalah deepfake yang semakin sulit dideteksi.

Anna Larkina, pakar privasi Kaspersky, mengingatkan, “Deepfake akan menjadi alat manipulasi yang sangat canggih. Tanpa alat deteksi yang andal, pengguna semakin rentan terhadap penyalahgunaan teknologi ini.” 

 Baca Juga: Tahun Baru, Kebiasaan Baru: Kenapa Resolusi Anda Sulit Tercapai? Jawabannya Ada di Sini!

Privasi Data: Inovasi atau Ancaman? 

Perhatian pada privasi data diperkirakan meningkat di tahun 2025. Individu kemungkinan besar akan memiliki hak lebih besar atas data mereka, termasuk memonetisasi dan mentransfer data antar-platform.

Kerangka global seperti GDPR di Eropa dan CPRA di California menjadi inspirasi bagi peraturan serupa di negara lain. 

Namun, peraturan ini memunculkan tantangan baru. “Perlindungan privasi adalah hal penting, tetapi teknologi seperti penyimpanan data terdesentralisasi membutuhkan pengawasan lebih ketat untuk memastikan kepentingan konsumen tetap terjaga,” tambah Larkina. 

 Baca Juga: 15 Ide Resolusi Populer Tahun Baru 2025 yang Dapat Mengubah Hidup Anda Jadi Bermakna

Target Penjahat Siber: Game, Film, dan Polarisasi Politik 

Perilisan game dan film besar akan menjadi target utama penjahat dunia maya di tahun mendatang.

Game seperti Civilization VII dan Death Stranding 2, serta film blockbuster Superman dan Jurassic World Rebirth, diperkirakan akan memicu gelombang penipuan digital. 

“Penjahat dunia maya akan memanfaatkan antusiasme penggemar dengan meluncurkan pra-pemesanan palsu dan unduhan berbahaya,” ungkap laporan Kaspersky.

Pengguna disarankan untuk berhati-hati terhadap tawaran yang terlalu menarik untuk dipercaya. 

 Baca Juga: Bingung Pilih Hampers Akhir Tahun? 6 Ide Unik yang Bikin Berkesan!

Selain itu, polarisasi politik yang semakin tajam menjadi isu besar. Media sosial dengan algoritme yang memperkuat konten provokatif, ditambah alat AI untuk membuat postingan palsu, dapat memicu perundungan siber. 

“Perundungan siber lintas batas akan meningkat karena individu mudah menjadi target berdasarkan keyakinan politik mereka,” jelas Larkina. 

 Baca Juga: Generasi Strawberry: Potensi Besar atau Masalah Besar bagi Perusahaan?

Penipuan Langganan Palsu Meningkat 

Model ekonomi berbasis langganan juga menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan siber.

Penipuan berupa layanan langganan palsu diperkirakan marak di tahun 2025. Penjahat akan menciptakan platform yang meniru layanan resmi untuk mencuri data pengguna. 

Selain itu, layanan tidak resmi yang menawarkan akses gratis atau diskon ke platform premium menjadi ancaman lain. Hal ini membuat pengguna rentan terhadap phishing, malware, dan pelanggaran data. 

 Baca Juga: 7 Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks membutuhkan kesiapan dan kesadaran dari semua pihak. Langkah utama yang disarankan oleh Kaspersky meliputi: 

  1. Hati-hati dengan tawaran mencurigakan. Selalu periksa keaslian situs atau aplikasi sebelum melakukan transaksi.
  2. Lindungi data pribadi. Gunakan kata sandi yang kuat dan aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun digital Anda.
  3. Tingkatkan literasi digital. Pelajari cara mengenali phishing dan deepfake agar tidak menjadi korban.

 Baca Juga: Cara Bijak Terapkan Frugal Living: Gaya Hidup Hemat untuk Gen Z agar Terhindar dari Utang Pinjaman Online

Menurut Larkina, “Dampak paling signifikan terhadap konsumen akan muncul dari persimpangan antara inovasi dan regulasi. Dengan pengawasan yang tepat, kita bisa memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan keamanan.” 

Teknologi membawa peluang besar, tetapi ancaman juga tidak kalah serius. Mari bersiap untuk dunia digital yang terus berubah! (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

Editor : Dwi Puspitarini
#Jurassic World Rebirth #privasi data #penipuan digital #Penipuan langganan palsu #Civilization VII #Death Stranding 2 #keamanan siber #Ancaman siber 2025 #deepfake #kaspersky