Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Oleh-Oleh Tur Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Jaga-Jaga Kena Strok, Angkung Jadi Simpanan Wajib

Rikip Agustani • Minggu, 23 Februari 2025 | 22:24 WIB
OBAT STROK: John saat mendemonstrasikan obat tradisional angkung kepada rombongan Kaltim Post Group.
OBAT STROK: John saat mendemonstrasikan obat tradisional angkung kepada rombongan Kaltim Post Group.

KALTIMPOST.ID, BEIJING - Tak hanya mengunjungi destinasi wisata selama di Beijing, rombongan Kaltim Post Group juga diajak menyambangi toko obat milik pemerintah Tiongkok.

Suhu udara minus 3 derajat Celcius, menemani rombongan Kaltim Post Group meninggalkan Ramada Beijing North Hotel, Tiongkok. Tempat rombongan menginap selama berada di Beijing. Saat sarapan di hotel ini, sudah ada pemberitahuan makanan halal dan non halal.

Dengan menu sarapan utama nasi goreng. Lagi-lagi, karena masyarakat Tiongkok tidak identik dengan rasa asin dan pedas, maka menu nasi gorengnya terasa sedikit hambar.

Pada bagian depan disiapkan layar proyektor untuk memaparkan obat tradisional yang dijual di toko obat tersebut. “Banyak tamu dari Indonesia. Dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya mencari obat angkung di sini,” kata salah seorang penjual obat di Toko Tong Ren Tang yang minta disapa John.

John sangat fasih berbahasa Indonesia. Mengaku belajar bahasa Indonesia di Beijing dari warga yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Rombongan Kaltim Post Group mendengarkan penjelasan John mengenai khasiat angkung sembari merasakan pijatan kaki dari alat pijat elektrik yang disediakan.

Angkung berasal dari tanaman obat tradisional Tiongkok. Memiliki khasiat mengobati penyakit strok, pikun, parkinson, dan juga penyumbatan pembuluh darah ke jantung maupun otak.

Harga satu buah angkung yang dikemas dalam kotak kaleng adalah 800 yuan. Jika dikonversikan dengan mata uang Indonesia, di mana 1 yuan senilai dengan Rp 2.300, maka harga 1 buah angkung sekitar Rp 1,84 juta. Dalam satu kaleng, hanya ada 1 buah angkung. “Pabriknya di Beijing. Biasanya orang Indonesia beli untuk menjaga dari strok. Karena sekarang, banyak orang muda-muda, usianya 40 tahun sudah kena strok,” kata John.

Dalam kaleng angkung dikemas dengan lilin. Kemudian dibungkus dengan kertas berwarna emas yang dapat dikonsumsi. Cara mengonsumsinya, cukup direndam dalam gelas berisi air hangat dengan suhu 50 derajat. Dengan takaran yang dapat menenggelamkan angkung dalam air. Kertas emas bersama angkung akan larut bersama dengan air.

Setelah diaduk dalam air hangat, baiknya angkung diminum pada malam hari. Satu jam sebelum tidur. “Kalau tidurnya jam 10 malam, minumnya jam 9. Jadi majukan 1 jam sebelum tidur,” pesan dia.

John menceritakan, dalam setahun, dahulu masyarakat Tiongkok mengonsumsi angkung sebanyak 4 kali. Pada musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Setelah itu, masyarakat tidak lagi mengonsumsi angkung selama 5 tahun. Saat ini, sebut dia, angkung tidak dikonsumsi selama 4 kali dalam setahun.

Namun sebagai persiapan apabila ada sanak keluarga yang mengalami penyakit stroke, pikun, hingga penyumbatan pembuluh darah. “Kalau sudah strok maka bisa minumnya 1 bulan, 1 biji,” ujarnya. Selain angkung, Tong Ren Tang juga menjual jamur cacing. Atau nama ilmiahnya cordyceps militaris.

Jamur cacing ini memiliki khasiat sebagai obat kanker, rambut rontok, dan juga pendengaran kurang baik. Untuk perempuan, jamur cacing ini memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid, haid tidak teratur, dan mampu untuk membantu mempercepat kehamilan.

“Jamur cacing ini sudah dijadikan bubuk. Dan 1 botolnya bisa digunakan untuk 2 sampai 3 kali,” kata John. Harga satu botol jamur cacing ini 360 yuan. Jika dikonversi menjadi rupiah adalah Rp 828 ribu per botolnya. Dalam satu kotaknya berisi 30 botol kecil jamur cacing bubuk yang bisa dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa.

Jamur cacing ini juga bisa sebagai obat asam urat, tekanan darah tinggi, ginjal, liver, bahkan disfungsi ereksi. Kalau untuk anak-anak, bisa untuk menambah tinggi. Setelah minum ini, bisa tambah 15-18 centimeter dalam 6 bulan. Kalau orangtua, bisa umurnya tambah panjang.

Yang Yang, pemandu wisata rombongan Kaltim Post Group mengungkapkan, obat tradisional angkung telah menjadi simpanan setiap keluarga di Tiongkok. Setiap keluarga minimal menyimpan 1 buah angkung.

 “Lebih sepuluh tahun sudah saya beli. Waktu saya beli harganya masih 380 yuan. Sekarang sudah 880 yuan. Aku cuma mau simpan aja. Untuk persiapan, kalau ada keluarga kena gejala strok, jalan enggak bisa lurus. Mungkin pembuluh otak sudah tersumbat,” katanya.

Meskipun telah meminum angkung, sambung dia, penderita gejala stroke tetap wajib untuk berobat ke rumah sakit. Karena setelah minum angkung biasanya akan sembuh sepenuhnya. Berbeda dengan penderita gejala strok yang tidak meminum angkung.

 “Fungsinya angkung, untuk melindungi sel-sel otak kita. Dari kekurangan oksigen. Makanya angkung enggak bisa sering diminum. Kalau ada masalah kesehatan baru diminum. Kalau enggak ada masalah simpan saja,” jelasnya.

Yang Yang menambahkan, angkung tidak memiliki masa kedaluwarsa. Sehingga bisa bertahan lebih dari 10 tahun. Bahkan harganya akan terus naik setiap tahunnya. “Kalau beli salep luka bakar, koyo, ada tanggal kedaluwarsanya. Kalau angkung enggak ada,” pungkas dia. (bersambung) 

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #angkung #forbidden city #Chongqing #Kaltim Post Group #jalan-jalan ke tiongkok #penjual obat