Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Oleh-Oleh Tur Kaltim Post Group ke Beijing-Chongqing, Keajaiban Great Wall dan Ulah Tangan-tangan Jahil

Rikip Agustani • Rabu, 26 Februari 2025 | 22:57 WIB

 

LOKASI FAVORIT: Rombongan Kaltim Post Group mengabadikan momen di Tembok Besar Tiongkok yang menjadi objek wisata penting favorit saat berkunjung ke Beijing.
LOKASI FAVORIT: Rombongan Kaltim Post Group mengabadikan momen di Tembok Besar Tiongkok yang menjadi objek wisata penting favorit saat berkunjung ke Beijing.

KALTIMPOST.ID, BEIJING - Jika berkunjung ke Beijing, wajib mengunjungi The Great Wall of China atau Tembok Besar Tiongkok. Dibangun lebih dari 2 ribu tahun lalu, menjadi lokasi favorit wisatawan untuk mengabadikan momen ketika berada di Tiongkok.

Matahari sedang terang-terangnya saat rombongan Kaltim Post Group (KPG) tiba di The Great Wall of China. Meski demikian, cuaca tidak terasa panas sama sekali. Lantaran suhu di Beijing pada 12 Februari 2025, minus 3 derajat Celcius.

Suhu di The Great Wall of China memang lebih dingin karena lokasinya di daerah pegunungan. Untuk menuju lokasi Tembok Besar Tiongkok, membutuhkan waktu 1 jam lebih perjalanan dari pusat kota Beijing. Siang itu, tak banyak pengunjung yang menyambangi salah satu objek wisata utama di Tiongkok ini.

Panjang Tembok Besar Tiongkok adalah 6 ribu kilometer. Menjadikannya sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Yang Yang, pemandu wisata KPG’s GoingTogether menceritakan, The Great Wall of China dibangun pada masa Dinasti Qin.

Saat Kaisar Qin Shi Huang menjabat lebih dari 2 ribu tahun lalu, sempat dihentikan pembangunannya. Hingga akhirnya dilanjutkan kembali dan dituntaskan pada masa Dinasti Ming. Periode tahun 1368 hingga tahun 1644.

“Great Wall mulai dibangun Dinasti Qing. Dan diselesaikan oleh Dinasti Ming. Sebagai benteng pertahanan untuk menghalau musuh yang ingin masuk ke Forbidden City (Kota Terlarang),” katanya.

Tembok Besar Tiongkok ini memanjang dari timur sampai barat Tiongkok sepanjang 6.300 kilometer. Renovasi besar dilakukan pada masa Dinasti Han yang menambah panjang Tembok Besar Tiongkok hingga 1.000 kilometer. Dengan masa pembangunan selama 15 tahun.

Telah dijadikan tembok pertahanan saat peperangan tujuh kerajaan di Tiongkok. Yakni Qi, Chu, Yan, Han, Zhao, Wei, dan Qin. “Karena selalu ada musuh masuk, maka Kaisar Qin Shi Huang mendirikan tembok pertahanan untuk melindungi Beijing. Hingga berhasil menyatukan seluruh Tiongkok,” ujar dia.

Pada tur ke Tembok Besar Tiongkok ini, rombongan KPG tidak menelusuri seluruh arealnya. Hanya mengunjungi bagian barat, Juyongguan. Lokasinya sekitar 60 kilometer dari Beijing. Ada beberapa pos bangunan benteng pada kawasan Juyongguan ini.

Salah satunya adalah Fortress nomor 7 yang dilewati setelah menapaki jalur benteng ini. Butuh kehati-hatian menapaki tangga tembok besar. Karena jarak antar anak tangga yang rapat dan sedikit menjulang. Namun ada pegangan di sebelah kiri dan kanan tembok, untuk memudahkan pengunjung naik dan turun tangga.

Dari atas Fortress nomor 7, pengunjung dapat menikmati keindahan pegunungan Tiongkok. Beserta bangunan lama Tembok Besar Tiongkok. Namun sayang, tangan-tangan jahil pengunjung merusak beberapa titik dinding Tembok Besar Tiongkok.

Padahal sudah ada larangan untuk tidak menulis pada bagian dinding bangunan. Bahkan ada tulisan “Indo” dan nama-nama orang Indonesia yang ditulisi pada dinding Tembok Besar Tiongkok ini.

Pada papan informasi, juga menjelaskan bahwa Tembok Besar Juyongguan ini merupakan bagian penting dari Tembok Besar Tiongkok. Di sini terdapat gunung-gunung yang menjulang tinggi, sungai-sungai yang mengalir, pepohonan yang rimbun, dan pemandangan yang indah.

Tempat ini diberi nama "Juyong Greenery" di antara "Delapan Tempat Wisata Yanjing" pada masa Dinasti Qing. Dan masih diwariskan hingga saat ini. Tembok Besar Juyongguan terletak secara strategis dan dikenal sebagai "jalur terpenting di dunia" pada zaman kuno.

Juyongguan memiliki bangunan pendukung dengan fungsi yang berbeda-beda, seperti gapura utara dan selatan, menara kota, menara musuh, dan pintu air, yang merupakan sistem pertahanan militer yang lengkap dan ketat.

Di seberang jalan di kota ini juga terdapat sebuah pangkalan menara lama yang dibangun pada masa Dinasti Yuan dan disebut "Yuntai". Ini adalah maha karya seni ukir batu dari masa Dinasti Yuan. "Juyongguan-Yuntai" diumumkan sebagai unit perlindungan peninggalan budaya utama nasional pada tahun 1961.

Pada tahun 1987, Tembok Besar China disetujui oleh Komite Warisan Dunia UNESCO dan dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia. Pada tahun 2001, Tembok Besar Juyongguan dinilai sebagai "kawasan wisata tingkat AAAA" oleh Administrasi Pariwisata Nasional. (bersambung)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#beijing #tembok besar china #Chongqing #jalan-jalan ke tiongkok #Great Wall