KALTIMPOST.ID, Puasa Ramadhan menjadi momen penuh berkah yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia.
Tapi tahukah kamu, durasi puasa ternyata tidak sama di setiap negara? Ada yang harus berpuasa hampir 18 jam, sementara di negara lain hanya sekitar 11 jam!
Hal ini dipengaruhi oleh posisi geografis yang menentukan panjangnya waktu siang dan malam.
Menariknya, negara-negara di belahan bumi utara cenderung memiliki waktu puasa lebih panjang dibandingkan belahan bumi selatan.
Penasaran negara mana saja yang punya durasi puasa terlama dan tersingkat? Yuk, cari tahu di sini!
Baca Juga: Gak Percaya! Di Rusia Puasa Cuma 1 Jam, Kok Bisa? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang
- Helsinki, Finlandia – 17,5 Jam
Bayangkan harus menahan lapar dan haus selama 17,5 jam! Inilah cobaan yang dihadapi umat Muslim di Helsinki, Finlandia.
Dengan matahari baru terbenam sekitar pukul 21.30 waktu setempat, mereka hanya memiliki waktu sekitar 6,5 jam untuk berbuka, salat, makan sahur, dan istirahat sebelum kembali berpuasa.
Tak hanya itu, suhu di Finlandia yang bisa sangat dingin menambah cobaan tersendiri.
Namun, semangat Ramadhan tetap terasa kuat, dan banyak Muslim di sini yang menjalani ibadah puasa dengan penuh keteguhan.
Baca Juga: Penukaran Uang Baru Lebaran 2025 Dibuka! Cek Cara, Jadwal, dan Lokasinya
- Nuuk, Greenland – 17 Jam
Nuuk, ibu kota Greenland, terkenal dengan durasi puasanya yang panjang. Sebagai salah satu wilayah paling utara di dunia, matahari di sini baru terbenam setelah 17 jam siang hari.
Hal ini membuat umat Muslim harus menjalani puasa dengan waktu yang cukup ekstrem.
Permasalahan lainnya adalah populasi Muslim yang sangat sedikit di Greenland, sehingga mencari makanan halal bisa menjadi perjuangan tersendiri. Meski begitu, semangat berpuasa di negeri es ini tetap tinggi!
Baca Juga: Ini Dia Jadwal Imsakiyah dan Waktu Berbuka Puasa Ramadhan 2025 di Paser!
- Glasgow, Skotlandia – 16,5 Jam
Di Skotlandia, waktu puasa bisa mencapai 16,5 jam! Matahari baru benar-benar tenggelam di malam hari, membuat umat Muslim harus menahan lapar lebih lama.
Selain itu, cuaca di Glasgow yang sering mendung dan berangin menjadi cobaan tambahan bagi mereka yang menjalani ibadah puasa.
Namun, komunitas Muslim di Skotlandia tetap solid dan saling mendukung. Ramadhan di sini tetap terasa meriah dengan berbagai acara buka puasa bersama yang mempererat persaudaraan.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Berbuka Puasa Ramadhan 2025 untuk Wilayah PPU
- Ottawa, Kanada – 16,5 Jam
Kanada dikenal dengan musim dinginnya yang ekstrem, tetapi saat Ramadhan jatuh di musim semi atau panas, masalah lain muncul, yaitu siang yang lebih panjang!
Di Ottawa, umat Muslim harus berpuasa selama 16,5 jam sebelum akhirnya bisa berbuka.
Karena durasi puasa yang panjang, menjaga keseimbangan nutrisi dan pola tidur menjadi kunci agar tetap bugar selama bulan Ramadhan.
Banyak yang mengandalkan makanan bernutrisi tinggi agar tetap kuat menjalani puasa seharian.
Baca Juga: Jadwal Resmi Imsak dan Berbuka Puasa Ramadhan 2025 di Balikpapan, Simak di Sini!
- Zurich, Swiss – 16,5 Jam
Swiss memang terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi di bulan Ramadhan, umat Muslim di Zurich harus menghadapi cobaan berat, yaitu puasa selama 16,5 jam!
Waktu berbuka yang cukup larut membuat mereka harus pintar mengatur waktu istirahat dan sahur agar tetap bertenaga sepanjang hari.
Meski begitu, Ramadhan di Swiss tetap terasa istimewa. Banyak komunitas Muslim yang mengadakan acara buka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi.
Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2025, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar! Cek Jadwal dan Syaratnya di Sini
Negara dengan Durasi Puasa Tersingkat
- Christchurch, Selandia Baru – 11,5 Jam
Beruntunglah umat Muslim di Christchurch, Selandia Baru, karena mereka hanya berpuasa sekitar 11,5 jam!
Hal ini disebabkan karena negara ini berada di belahan bumi selatan, di mana waktu siang lebih pendek saat Ramadhan.
Dengan durasi puasa yang lebih singkat, umat Muslim di Christchurch bisa berbuka lebih awal dan memiliki waktu istirahat yang lebih panjang dibandingkan negara-negara di belahan bumi utara.
Baca Juga: Menangis saat Puasa, Batal atau Justru Berpahala? Ini Penjelasannya!
- Puerto Montt, Chili – 11,5 Jam
Sama seperti di Selandia Baru, umat Muslim di Puerto Montt, Chili, juga menjalani puasa dengan durasi hanya 11,5 jam.
Lokasinya di bagian selatan Amerika Selatan membuat waktu siangnya lebih pendek dibandingkan negara lain di belahan bumi utara.
Ini membuat Ramadhan terasa lebih ringan, tetapi tetap penuh berkah. Komunitas Muslim di Chili pun merayakan Ramadhan dengan berbagai tradisi khas yang memperkuat kebersamaan.
Baca Juga: Waktu Terbaik Berhubungan Intim di Bulan Ramadhan, Apa Kata Ahli?
- Karachi, Pakistan – 12 Jam
Pakistan memiliki durasi puasa yang cukup standar, yakni sekitar 12 jam. Tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak terlalu singkat.
Hal menariknya, mayoritas penduduk Pakistan adalah Muslim, sehingga suasana Ramadhan di negara ini sangat meriah!
Di bulan suci ini, banyak makanan khas yang hanya muncul saat Ramadhan, seperti samosa, jalebi, dan pakora yang selalu menjadi favorit saat berbuka.
- Buenos Aires, Argentina – 12 Jam
Di ibu kota Argentina, Buenos Aires, umat Muslim menjalani puasa selama 12 jam. Memasuki bulan Maret, iklim di sini cukup sejuk karena memasuki musim gugur, sehingga menjalankan puasa menjadi lebih nyaman.
Meski jumlah Muslim di Argentina tidak sebesar di negara mayoritas Islam, semangat Ramadhan tetap terasa dengan adanya komunitas Muslim yang solid.
Baca Juga: Batas Waktu Sahur yang Sebenarnya! Banyak yang Salah Paham Selama Ini
- Cape Town, Afrika Selatan – 12,5 Jam
Di Cape Town, Afrika Selatan, umat Muslim menjalani puasa dengan durasi sekitar 12,5 jam. Ini lebih pendek dibandingkan negara-negara di Eropa atau Amerika Utara, sehingga dianggap lebih ringan untuk dijalani.
Suasana Ramadhan di Afrika Selatan juga sangat istimewa dengan berbagai makanan khas seperti bobotie dan samosa yang selalu hadir saat berbuka puasa.
Baca Juga: Sikat Gigi saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Kata 4 Mazhab!
Durasi puasa di berbagai negara memang sangat beragam, tergantung pada lokasi geografisnya.
Dari 17,5 jam di Finlandia hingga 1 jam di Murmansk, masing-masing memiliki permasalahannya sendiri.
Terlepas dari panjangnya waktu puasa, esensi Ramadhan tetap sama, yaitu menahan diri, memperbanyak ibadah, dan berbagi dengan sesama. ***
Editor : Dwi Puspitarini