KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru, menjaga kebugaran tubuh saat Ramadan sangat dianjurkan. Dokter spesialis ilmu faal olahraga, dr Sonny Gosal AIFO, menegaskan pentingnya aktivitas fisik selama bulan puasa.
"Puasa itu kan mulai jam 4 subuh sampai berbuka jam 6 sore. Interval waktu cukup panjang, di mana tubuh perlu pasokan gizi tapi disetopkan. Nah, bukan berarti olahraga disetop juga," ujarnya.
Sonny menjelaskan, waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah sore hari menjelang waktu berbuka. "Paling tidak satu jam sebelum berbuka. Kalau kita olahraga pagi atau siang, itu kita bisa kehabisan tenaga, karena asupan yang kita makan saat sahur jadi terpakai saat olahraga pagi atau siang," katanya.
Jenis olahraga yang disarankan adalah aerobik, seperti jogging, senam, berenang, bersepeda santai, hingga yoga. "Olahraga yang tidak sampai ngos-ngosan. Jadi, masih bisa diatur napasnya. Sedangkan anaerobik itu yang aktivitas intens, seperti angkat beban, lari sprint. Itu kan tidak menggunakan oksigen," lanjut dia.
Lima Hal Penting Saat Olahraga Puasa
Sonny memaparkan lima hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga di bulan Ramadan:
* Jenis olahraga: Pilih aerobik yang ringan dan tidak menguras tenaga.
* Waktu: Lakukan sore hari menjelang berbuka.
* Frekuensi: Cukup 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit.
* Asupan: Konsumsi makanan manis saat berbuka untuk mengganti energi yang hilang.
* Istirahat: Pastikan tidur cukup, minimal 6 jam sehari.
"Asupan utama itu adalah karbohidrat. Makanya, kenapa saat berbuka dianjurkan dengan yang manis. Sebab, makanan minuman manis itu paling cepat jadi energi. Termasuk sumber energi siap saji lah, salah satunya pisang atau kurma," terang Sonny.
Dengan menjaga kebugaran, tubuh tetap sehat dan produktif selama Ramadan. "Tubuh tetap perlu bergerak. Menjaga organ tetap sehat. Termasuk dijaga dengan asupan atau pola makan yang sesuai," pungkas Sonny. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo