KALTIMPOST.ID, Kurma selalu menjadi buah yang ditunggu-tunggu para umat muslim saat bulan suci Ramadhan. Tak afdal rasanya bila berbuka puasa tak ada makanan khas Timur Tengah ini.
Nabi Muhammad SAW bahkan menganjurkan untuk berbuka puasa dengan tiga butir kurma sebelum akhirnya makan makanan yang berat.
Selain merupakan sunah nabi, berbuka puasa dengan buah kering berwarna cokelat ini memberikan banyak khasiat. Salah satunya, dapat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Namun, sebelum mengonsumsi kurma, ada baiknya dicuci terlebih dahulu. Tujuannya menghindari kontaminan yang mungkin terdapat di dalamnya.
Meski dari penampilannya terlihat bersih, kurma sama halnya dengan jenis buah-buahan lainnya.
Crystal Dates Company, perusahaan asal Iran yang memproduksi, mengemas, dan mengekspor kurma merekomendasikan agar mencuci kurma sebelum dikonsumsi.
Hal ini berlaku untuk semua jenis kurma, termasuk kurma basah seperti kurma sukari.
Anjuran mencuci kurma ini untuk mencegah residu pestisida dan zat kimia bila ada, paparan logam berat, dan zat-zat lain yang mungkin terpapar.
Mencuci kurma juga mencegah kontaminasi akibat pertumbuhan mikroorganisme seperti ragi atau jamur.
Lantas bagaimana cara mencuci kurma?
Untuk mencuci kurma, kamu hanya perlu menggunakan air untuk mengurangi residu pestisida dan bahan kimia yang kemungkinan terdapat pada kurma.
Namun hindari mencuci kurma menggunakan air yang sama secara berulang. Untuk hasil yang lebih baik, bilas kembali menggunakan air dingin.
Sebagai catatan, sebaiknya mencuci kurma yang ingin dikonsumsi saat itu saja. Hindari untuk mencuci semua kurma, kemudian menyimpannya di dalam kulkas dan dibiarkan menumpuk.
Hal tersebut dapat merusak tekstur kurma dan lapisannya mengendur, sehingga masa simpannya menurun. Bukan hanya itu, cara tersebut juga bisa menyebabkan fermentasi dan rasa buah yang tidak enak.
Editor : Hernawati