Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penemuan Virus Corona Baru di Brasil Tarik Perhatian Dunia Ilmiah

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 18 Maret 2025 | 17:23 WIB
WASPADA: Peneliti menemukan virus corona baru yang ditemukan pada kelelawar di negara bagian São Paulo dan Ceará.
WASPADA: Peneliti menemukan virus corona baru yang ditemukan pada kelelawar di negara bagian São Paulo dan Ceará.

KALTIMPOS.ID, SAMARINDA - Peneliti dari Brasil, bekerja sama dengan Hong Kong University (HKU), telah mengidentifikasi virus corona baru yang ditemukan pada kelelawar di negara bagian São Paulo dan Ceará.

Temuan itu memicu kewaspadaan karena virus tersebut memiliki kemiripan yang signifikan dengan virus corona penyebab Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV), menurut artikel yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Virology.

"Virus yang ditemukan ini berbagi sekitar 72 persen kesamaan genetik dengan MERS-CoV, dan protein lonjakannya menunjukkan potensi interaksi dengan reseptor manusia," ujar Bruna Stefanie Silvério, peneliti utama.

Walau belum dapat dipastikan apakah virus itu mampu menginfeksi manusia, para ilmuwan berencana melakukan eksperimen lanjutan di Hong Kong sepanjang tahun ini. Upaya tersebut bertujuan untuk menilai risiko nyata penularan dan dampaknya pada kesehatan manusia.

Virus itu ditemukan melalui pemeriksaan 423 sampel dari 16 spesies kelelawar di Fortaleza, Brasil. Para ilmuwan juga mendapati tanda-tanda rekombinasi genetik, proses di mana virus bermutasi yang dapat mempengaruhi potensi penyebaran virus.

"Kelelawar merupakan reservoir virus yang sangat penting. Pemantauan berkelanjutan terhadap mereka adalah langkah krusial untuk mengantisipasi risiko kesehatan masyarakat," jelas Ricardo Durães-Carvalho, salah satu peneliti senior.

Dengan kemiripan yang tinggi dengan MERS-CoV, studi tersebut menyoroti perlunya pengawasan yang terintegrasi dan sistematis untuk mendeteksi serta mencegah wabah baru. "Langkah ini mendukung pengembangan sistem kesehatan yang lebih siap mencegah pandemi," tambah Silvério.

Virus baru itu mengingatkan dunia akan peran kelelawar sebagai tempat berkembang biaknya virus baru, dan pentingnya upaya bersama lintas sektor untuk melacak risiko kesehatan masyarakat global. Peneliti optimistis bahwa kolaborasi internasional dapat membuka jalan untuk langkah pencegahan lebih dini terhadap potensi epidemi di masa depan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#virus corona #VIRUS CORONA BARU