Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lebaran Tanpa Foto dan Status di Media Sosial, Mengapa Hal Ini Jadi Pilihan Banyak Orang?

Thomas Dwi Priyandoko • Kamis, 3 April 2025 | 07:54 WIB

 

Sebagian orang memilih merayakan Lebaran tanpa foto dan status di media sosial.
Sebagian orang memilih merayakan Lebaran tanpa foto dan status di media sosial.

KALTIMPOST.ID-Lebaran, sebagai momen kebersamaan yang penuh suka cita, biasanya diwarnai dengan berbagai unggahan foto dan status di media sosial.

Namun, ada segelintir orang yang memilih untuk menikmati momen ini tanpa perlu mengabadikan setiap detil di dunia maya.

Apa alasan di balik fenomena ini? Apakah itu sesuatu yang normal atau malah perlu dipertanyakan?

Psikologi Di Balik Pilihan Tidak Berbagi Momen di Media Sosial

1. Lebih Fokus pada Pengalaman Langsung (Mindfulness)

Di zaman serba digital ini, banyak orang yang lebih memilih menikmati Lebaran tanpa gangguan dari ponsel. Ini adalah bagian dari konsep mindfulness, yaitu berfokus sepenuhnya pada momen yang sedang dialami tanpa merasa perlu membuktikan sesuatu kepada orang lain. Menurut psikolog Paula Durlofsky, Ph.D., membatasi penggunaan media sosial selama liburan dapat membuat seseorang lebih hadir dan mengurangi stres.

2. Privasi Lebih Berharga

Sebagian orang semakin menyadari pentingnya menjaga privasi, terutama saat berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Mereka memilih untuk menghindari berbagi momen pribadi di media sosial karena merasa itu adalah bagian dari regulasi diri terhadap eksposur yang berlebihan.

Hal ini sesuai dengan temuan di Forbes yang menyatakan bahwa media sosial dapat menambah beban emosional, terutama saat orang membandingkan dirinya dengan orang lain selama liburan.

3. Menghindari Tekanan Sosial dan Pembandingan

Tak bisa dipungkiri, media sosial sering kali menjadi ajang perbandingan sosial. Orang yang tidak mengunggah foto atau status Lebaran mungkin ingin menghindari tekanan untuk tampil sempurna.

Chelsea Hansen dari City University of New York menyoroti bahwa pembandingan sosial di media sosial dapat memicu stres dan ketidakpuasan. Dengan menghindari media sosial, mereka bisa terhindar dari perasaan tersebut.

Baca Juga: Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional April 2025: Ada Hari Kartini dan Kebangkitan Yesus Kristus

4. Lebih Memilih Interaksi Nyata

Bagi sebagian orang, berbicara langsung dan merasakan kehangatan kebersamaan jauh lebih berharga daripada sekadar mendapatkan like dan komentar di media sosial.

Mengurangi penggunaan media sosial memungkinkan mereka untuk lebih menikmati percakapan tatap muka dan keintiman yang nyata

. Artikel di e-Counseling mengungkapkan bahwa dengan membatasi media sosial, orang bisa lebih menghargai hubungan sosial yang terjadi di dunia nyata.

5. Perubahan Prioritas Seiring Waktu

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup, banyak orang yang mulai menyadari bahwa kebahagiaan sejati datang dari hubungan langsung, bukan sekadar berbagi gambar di dunia maya.

Penelitian di Springer menunjukkan bahwa semakin tua seseorang, semakin sedikit mereka menggunakan media sosial, karena mereka lebih fokus pada pengalaman langsung dan menghindari perbandingan yang tidak perlu.

Jadi, Apakah Ini Normal?

Jawabannya adalah ya—sangat normal. Setiap orang memiliki cara berbeda untuk merayakan Lebaran.

Tidak berbagi foto atau status tidak berarti seseorang tidak menikmati momen tersebut. Sebaliknya, ini bisa jadi indikasi bahwa mereka lebih menghargai kualitas interaksi langsung dan makna sesungguhnya dari perayaan itu.

Yang paling penting adalah bagaimana kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian dari momen tersebut, bukan seberapa banyak orang yang melihatnya di media sosial.

Jadi, apakah Anda memilih untuk tidak mengunggah foto atau status Lebaran tahun ini? Itu adalah pilihan yang sah dan sepenuhnya valid!

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#status #lebaran #kepribadian #media sosial #psikologi