Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tragis! Niat Segarkan Diri, Kakek di Denmark Tewas Usai Teguk Air Kelapa, Kok Bisa?

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 9 April 2025 | 20:53 WIB
NAHAS: Alami gejala parah beberapa jam setelah meminum air kelapa. Dinyatakan mati otak setelah 26 jam di rumah sakit.
NAHAS: Alami gejala parah beberapa jam setelah meminum air kelapa. Dinyatakan mati otak setelah 26 jam di rumah sakit.

KALTIMPOST.ID – Sebuah insiden tragis di Denmark menjadi pengingat betapa pentingnya menyimpan makanan dan minuman dengan benar. Seorang pria berusia 69 tahun meregang nyawa setelah meminum air kelapa yang sudah tersimpan di suhu ruang selama sebulan penuh.

Laporan dari jurnal Emerging Infectious Diseases pada 2021 mengungkap detail mengerikan di balik kejadian nahas tersebut. Pria tersebut mengalami gejala parah beberapa jam setelah menelan cairan itu dan akhirnya dinyatakan mati otak.

Mual Muntah hingga Hilang Kesadaran

Tak berselang lama usai meneguk air kelapa yang sudah lama tersimpan, pria malang itu mulai merasakan keringat berlebihan, mual, dan muntah-muntah hebat. Kondisinya terus memburuk hingga ia mendadak disorientasi, kehilangan keseimbangan tubuh, dan kulitnya tampak pucat pasi.

"Pemindaian MRI di rumah sakit menunjukkan adanya pembengkakan otak yang parah. Namun, petugas medis awalnya dibuat bingung dengan penyebab reaksi tersebut. Meskipun sudah mendapatkan perawatan intensif untuk ensefalopati metabolik (gangguan fungsi otak akibat masalah metabolisme), kondisinya tak kunjung membaik. Ia dinyatakan mati otak 26 jam setelah tiba di rumah sakit, dan alat bantu kehidupannya terpaksa dihentikan," demikian tertulis dalam laporan jurnal tersebut.

Terungkap, sekitar 4,5 jam sebelum dilarikan ke rumah sakit, pasien sempat meminum air kelapa langsung dari buahnya menggunakan sedotan. Lantaran rasanya aneh, ia hanya menelan sedikit saja. Setelah itu, ia membuka buah kelapa tersebut dan mendapati bagian dalamnya berlendir dan tampak jelas membusuk.

Kelapa itu ternyata sudah diserut terlebih dahulu, dengan daging bagian dalam terlihat di bagian atas agar mudah dijangkau. Tragisnya, kelapa yang seharusnya disimpan di lemari es dengan suhu 4 hingga 5 derajat Celsius itu justru dibiarkan begitu saja di meja dapur selama sebulan penuh sejak dibeli.

Ahli Tekankan Pentingnya Penyimpanan yang Benar

Insiden itu sontak memicu keprihatinan para ahli kesehatan. Mereka menekankan betapa krusialnya menyimpan kelapa dengan cara yang benar untuk mencegah hal serupa terjadi.

"Untuk kelapa yang sudah dibuka (daging putihnya terlihat atau terkupas sebagian), sebaiknya langsung disimpan di lemari es. Daya simpannya jauh lebih pendek. Sementara untuk kelapa utuh yang belum dibuka, bisa disimpan di suhu ruangan dan bisa bertahan beberapa bulan," jelas dr Samuel Choudhury, seorang dokter yang berpraktik di Singapura.

Tips Aman Simpan Air dan Daging Kelapa

Lantas, bagaimana cara menyimpan kelapa yang sudah diserut dengan aman? Menurut para ahli, kelapa serut harus segera dimasukkan ke dalam wadah kedap udara atau kantong ziplock dan langsung didinginkan di lemari es. Dengan cara itu, kelapa bisa tetap segar hingga 3-5 hari.

Jika ingin menyimpan lebih lama, kelapa bisa dibekukan dalam beberapa porsi menggunakan kantong atau wadah khusus freezer setelah membuang kelebihan airnya. Di dalam freezer, kelapa bisa bertahan hingga enam bulan.

Penyimpanan makanan yang sembarangan sangat berisiko memicu pertumbuhan bakteri dan kontaminasi berbahaya. Penanganan makanan yang aman adalah kunci utama untuk mencegah penyakit bawaan makanan. Makanan yang terkontaminasi bisa mengandung bakteri, virus, dan racun yang mematikan, yang bisa menyebabkan keracunan makanan, diare parah, hingga infeksi serius.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pendinginan yang tepat dan suhu memasak yang benar sangat membantu membunuh bakteri berbahaya.

Selain itu, menghindari kontaminasi silang juga menjadi langkah penting dalam mencegah penyakit bawaan makanan. Tragedi di Denmark menjadi pelajaran pahit bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan dan mengonsumsi makanan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#air kelapa #tewas