Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Seperti Simbol Rumah Sakit, Ini Makna di Balik Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

Dwi Puspitarini • Kamis, 8 Mei 2025 | 08:56 WIB
Lambang Palang Merah.
Lambang Palang Merah.

KALTIMPOST.ID, Setiap tanggal 8 Mei, dunia memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting yang menyuarakan nilai kemanusiaan universal di tengah dunia yang terus dilanda konflik, bencana, dan krisis.

Di balik lambang palang merah di atas latar putih dan bulan sabit merah yang kita kenal, tersimpan sejarah panjang dan misi global yang tak banyak disadari publik.

Banyak orang mungkin melihatnya sebagai "simbol rumah sakit", padahal lebih dari itu lambang ini adalah identitas gerakan kemanusiaan terbesar di dunia.

Semua berawal dari seorang pemuda Swiss bernama Jean Henry Dunant yang terguncang melihat penderitaan tentara di medan perang pada 1800-an.

 Baca Juga: Diam-Diam Menumpuk Lemak Darah, Ini 7 Makanan yang Harus Dijauhi jika Tak Ingin Jantung Bermasalah

Dari rasa iba itu, lahirlah ide besar, yaitu membentuk organisasi global yang netral, tanpa membedakan agama, ras, atau asal negara, untuk menyelamatkan nyawa siapa pun yang terluka baik tentara maupun warga sipil.

Tanggal 8 Mei, yang merupakan hari kelahiran Dunant, kemudian ditetapkan sebagai Hari Palang Merah Internasional sejak pertama kali diperingati pada tahun 1948.

Tahun 1984, nama peringatan ini diperluas menjadi Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional demi menghormati simbol kemanusiaan lain yang digunakan di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

 Baca Juga: Tanaman Obat Pilihan untuk Gagal Ginjal Stadium Awal, Ada yang Tumbuh di Pekarangan Rumah!

Kenapa Ada Dua Simbol? Apa Bedanya?

Meski sama-sama berjuang untuk kemanusiaan, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

Palang Merah lebih umum dipakai di negara-negara barat dan mayoritas Kristen, sedangkan Bulan Sabit Merah digunakan di negara-negara Muslim, khususnya yang memiliki sejarah dengan Kekaisaran Ottoman.

Keduanya berada di bawah satu gerakan yang sama dan memiliki misi serupa, yaitu menyelamatkan nyawa dan menjaga martabat manusia, terutama di tengah konflik dan bencana.

Dan kini, untuk alasan netralitas, bahkan telah ada lambang ketiga, Kristal Merah, simbol yang digunakan di wilayah konflik sensitif yang tidak menerima dua lambang utama lainnya.

 Baca Juga: Sering Disepelekan, Padahal Bisa Jadi Ciri-Ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Simbol ini bukan dekorasi. Dalam Konvensi Jenewa 1949, lambang Palang Merah, Bulan Sabit Merah, dan Kristal Merah memiliki dua fungsi, yaitu:

  1. Tanda Perlindungan

Digunakan oleh tim medis militer, rumah sakit lapangan, dan organisasi kemanusiaan saat perang agar tidak diserang.

  1. Tanda Identifikasi

Dipakai oleh staf Palang Merah/Bulan Sabit untuk menunjukkan bahwa mereka bekerja dalam misi kemanusiaan yang netral.

Simbol perlindungan biasanya besar dan dikenakan mencolok, seperti di lengan, kendaraan, atau tenda agar terlihat jelas oleh pihak lawan.

Sementara simbol identifikasi digunakan dalam ukuran kecil dan terbatas, hanya oleh yang memiliki wewenang.

Palang Merah dan Bulan Sabit Merah kini mencakup lebih dari 190 perhimpunan nasional di seluruh dunia, dengan jutaan relawan yang siap turun tangan di garis depan.

Mereka bukan sekadar relawan biasa, mereka adalah wajah kemanusiaan dalam bentuk nyata.

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional menjadi pengingat bahwa di balik konflik dan kekacauan, selalu ada orang-orang yang memilih untuk menolong, bukan memihak. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#makna lambang Palang Merah #Simbol Rumah Sakit #arti simbol Palang Merah #Kristal Merah #hari palang merah #sejarah Palang Merah Internasional #Bulan Sabit Merah #8 Mei 2025 #lambang Palang Merah