Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jepang Kekurangan Mahasiswa, Dubes Masaki: Indonesia Punya Potensi Besar

Dwi Puspitarini • Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:44 WIB

 

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi.

 

KALTIMPOST.ID, Kedutaan Besar Jepang menyampaikan keprihatinan, banyak universitas di Jepang kekurangan mahasiswa.

Padahal, negara itu memiliki sistem pendidikan tinggi yang kuat, biaya hidup yang relatif rendah, dan budaya yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Harapan pun disampaikan langsung oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi.

Ia mendorong agar lebih banyak pelajar Indonesia melanjutkan studi ke Negeri Sakura.

"Saya berharap lebih banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang, dan lebih banyak mahasiswa Jepang juga," kata Masaki saat konferensi pers di Kedubes Jepang, Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Meski Jepang dikenal ramah, bersih, dan memiliki teknologi canggih, tren mahasiswa Indonesia justru menunjukkan kecenderungan memilih negara lain seperti Amerika Serikat, Eropa, Korea Selatan, hingga Singapura.

 Baca Juga: Revolusi Pendidikan Antikorupsi, Saatnya Presiden Prabowo Mengambil Tindakan Nyata!

Menurut Dubes Masaki, salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi mengenai studi di Jepang.

Banyak pelajar Indonesia tidak tahu bagaimana cara mendaftar, jalur beasiswa yang tersedia, hingga rincian biaya hidup.

"Saya berdiskusi dengan para mahasiswa, mereka tertarik kuliah di Jepang, tapi mereka tidak tahu caranya dan berapa biayanya," ujar Masaki.

Padahal, lanjutnya, biaya pendidikan dan hidup di Jepang sebenarnya tidak terlalu tinggi.

Banyak universitas juga menawarkan beasiswa dan fasilitas asrama dengan harga terjangkau.

Masaki menyebut, Jepang punya banyak kesamaan dengan Indonesia mulai dari makanan pokok berupa nasi, kebiasaan hidup bersih, hingga nilai-nilai budaya yang mirip.

 Baca Juga: Indonesia Punya 14.000 Sekolah Kejuruan, Dunia Akui Komitmen SDM Masa Depan

Jarak geografis yang relatif dekat juga membuat Jepang menjadi pilihan logis bagi pelajar yang ingin studi di luar negeri, namun tetap merasa “di rumah”.

"Universitas Jepang perlu mahasiswa untuk bertahan. Jadi ini adalah kepentingan bersama," tegasnya.

Beberapa kampus seperti Universitas Tohoku, Nagoya, Tokyo, dan Hiroshima memang sudah lama menerima mahasiswa Indonesia.

Namun, jumlahnya stagnan dan belum menunjukkan peningkatan berarti dalam 10 tahun terakhir.

Data dari Kedubes Jepang menunjukkan adanya peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Jepang.

Pada 2022, jumlahnya hanya 1.024 orang. Tahun 2023 melonjak menjadi 4.892 orang, dan pada 2024 kembali naik menjadi 5.397 orang.

 Baca Juga: Dilema setelah SMA, Kerja Dulu atau Kuliah? Pahami Dulu 4 Pertimbangan Ini agar Tak Menyesal Nanti

"Jumlah mahasiswa Indonesia meningkat 1,8 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Tapi saya rasa potensinya masih jauh lebih besar," ucap Masaki.

Masih ada ratusan kampus di Jepang yang siap menampung pelajar internasional terutama dari negara-negara Asia Tenggara.

Sebagai langkah nyata mendorong kerja sama pendidikan, pada Juli 2025 mendatang akan digelar Konferensi Rektor Indonesia-Jepang di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Acara ini akan dihadiri langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi Indonesia, Brian Yuliarto, yang juga alumnus universitas di Jepang.

Lebih dari 20 universitas Jepang akan hadir untuk menjalin kolaborasi. Agenda utamanya meliputi pertukaran pelajar, riset bersama, hingga pengembangan kurikulum akademik bersama universitas Indonesia.

 Baca Juga: Panduan Lengkap Beasiswa LPDP Georgetown 2025: Syarat, Jadwal, dan Tips Sukses

"Saya sangat berharap lebih banyak universitas Indonesia ikut serta dan menjalin kemitraan jangka panjang," kata Dubes Masaki. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Kuliah di Jepang #beasiswa jepang #Studi Luar Negeri #jepang #dubes jepang #mahasiswa indonesia #Universitas Jepang #Masaki Yasushi