KALTIMPOST.ID, Libur kenaikan kelas bisa jadi berkah, bisa juga jadi bencana tergantung bagaimana orang tua menyikapinya. Banyak anak yang akhirnya menghabiskan waktu hanya di depan layar, bangun siang, dan kehilangan ritme harian yang sehat.
Padahal, momen liburan adalah waktu emas untuk menanamkan nilai dan kebiasaan baik tanpa tekanan sekolah.
Liburan tak selalu soal jalan-jalan atau menginap di hotel. Tapi tentang bagaimana anak tetap merasa bahagia, produktif, dan punya makna di setiap harinya.
Cara paling sederhana? Ajak mereka merencanakan sendiri liburannya. Libatkan anak dalam menyusun aktivitas harian, mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur malam.
Ini bukan hanya melatih tanggung jawab, tapi juga membuat mereka merasa dipercaya dan dihargai.
Bukan berarti hari-hari mereka harus penuh aturan. Justru keseimbangan antara rutinitas dan waktu bebas sangat penting.
Tidur cukup, makan sehat, dan aktivitas fisik tetap harus terjaga. Di sela itu, sisipkan kegiatan yang mengasah rasa ingin tahu seperti memasak bersama, belajar berkebun, atau eksplorasi teknologi sederhana.
Baca Juga: 6 Cara Ampuh Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak yang Bisa Dicoba Sekarang
Kenalkan Keterampilan yang Tak Ada di Sekolah
Alih-alih mengandalkan gawai, coba kenalkan anak pada keterampilan baru. Misalnya, mengelola uang saku, membuat kerajinan tangan, atau membantu belanja ke pasar.
Ini adalah cara nyata membentuk anak yang mandiri dan bertanggung jawab.
Momen kebersamaan juga sangat penting. Jadwalkan waktu untuk sekadar nonton film keluarga, bermain board game, atau piknik singkat di taman.
Liburan adalah peluang untuk memperkuat ikatan keluarga yang mungkin terabaikan saat sekolah berlangsung.
Kegiatan sosial sederhana seperti menyumbang barang bekas, berbagi makanan, atau ikut gotong royong bisa jadi pelajaran yang sangat membekas bagi anak. Mereka belajar soal empati, gotong royong, dan kebermanfaatan.
Tak kalah penting, sisipkan momen untuk membaca buku, bahkan mengulang materi sekolah secara santai.
Ini bukan tentang nilai, tapi menjaga koneksi anak dengan dunia belajar agar saat masuk sekolah nanti, mereka tak merasa kaku atau kaget.
Jadi, daripada libur sekolah terbuang tanpa arah, yuk ubah jadi ruang untuk tumbuh.
Dengan sedikit rencana dan banyak cinta, orang tua bisa bantu anak menjadikan liburan bukan hanya seru, tapi juga bermakna. Karena liburan yang baik adalah yang tak hanya dikenang, tapi juga membentuk. ***
Editor : Dwi Puspitarini