Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

7 Pekerjaan yang Mungkin Hilang karena AI, Apakah Salah Satunya Milikmu?

Nur Ismi Fadillah • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:31 WIB

Foto Freepik
Foto Freepik
KALTIMPOST.ID, JAKARTA- AI (Artificial Intelligence) adalah sistem kecerdasan buatan yang bertujuan membuat sistem belajar atau berpikir untuk menyelesaikan tugas yang kompleks sesuai kebutuhan. 

Banyak perusahaan teknologi berlomba-lomba mengembangkan AI untuk menunjang fitur produknya dan menarik perhatian pengguna.

Namun bagai pedang bermata dua, kehadiran AI (Artificial Intelligence) bisa menjadi berkah maupun musibah. AI menjadi berkah karena memudahkan berbagai pekerjaan secara lebih cepat, tepat, hemat, dan efisien. 

Akan tetapi bisa menjadi musibah karena lapangan pekerjaan menjadi semakin sempit akibat banyaknya jenis pekerjaan yang bisa digantikan oleh AI. 

Berikut ini 10 pekerjaan yang bisa digantikan AI

Desain Grafis 

Teknologi kecerdasan buatan yang berkembang saat ini sudah terlihat mampu menghasilkan gambar layaknya buatan seorang desainer sungguhan. AI diprogram untuk mampu menghasilkan sebuah gambar dengan kriteria dan arahan detail yang diminta pengguna. 

Profesi desain grafis cukup terancam digantikan oleh AI. Bahkan kreator Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, sempat protes dengan gambar-gambar AI yang beredar di media sosial yang meniru ciri khas gambar buatan Studio Ghibli. 

Penulis 

AI yang dapat menggantikan penulis sudah banyak digandrungi, yaitu Chat GPT dan Open AI. Pengguna cukup memberikan tugas kepada AI dengan kriteria tertentu dan AI akan menghasilkan sebuah tulisan atau cerita. Tentunya hal ini menjadi ancaman bagi seorang penulis. 

Bahkan dunia pendidikan cukup was-was dengan kehadiran AI karena khawatir para murid atau mahasiswa menggunakan atau bergantung pada AI saat membuat tugas sekolah. 

Penerjemah 

Aplikasi penerjemah bahasa sudah lama kita rasakan manfaatnya dalam berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara. Kini orang tidak merasa perlu lagi mempelajari bahasa tertentu karena bisa dibantu dengan teknologi AI sehingga profesi penerjemah pun bisa digantikan AI.

Customer Service 

Banyak perusahaan sudah melakukan otomasi dalam sektor layanan pengguna. Perusahaan tidak perlu lagi membayar manusia untuk menjadi customer service karena bisa digantikan dengan AI berupa chatbot. 

Hal itu dianggap sebagai efisiensi yang menguntungkan perusahaan sehingga bisa jadi hal ini yang menyebabkan lapangan pekerjaan sebagai customer service semakin berkurang.

Kasir 

Kini banyak ditemui toko retail modern yang menyediakan sistem pembayaran mandiri. Pengunjung hanya perlu membawa barang yang dibeli ke depan komputer dan membayar melalui kartu, QRIS, atau transfer. Ini membuktikan bahwa profesi kasir sudah tidak begitu dibutuhkan.

Kurir 

Perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon, sedang mengembangkan pengantaran paket menggunakan drone yang digerakkan oleh AI. Bukannya tidak mungkin cara ini akan diikuti oleh platform e-commerce lainnya untuk efisiensi pengeluaran dari sisi pembayaran gaji kurir.

Asisten Pribadi 

Teknologi AI yang menyerupai asisten pribadi sudah dirasakan melalui telepon seluler. Contohnya adalah Siri pada sistem iOS. Siri mampu membantu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan pengguna.

Teknologi ini bisa berkembang semakin maju sebagai pengatur dan pengingat jadwal yang akurat sehingga profesi asisten pribadi tidak lagi dibutuhkan. 

Kehadiran AI memang terasa seperti sebuah ancaman. Namun, untuk menghindari ancaman AI yang mengambil alih profesi manusia, justru bersahabatlah dengan AI dan bukan menjauhinya. 

Sebab, AI hanya bisa bekerja melalui mesin pembelajaran, tidak memiliki emosi dan tidak bisa kreatif seperti layaknya manusia. 

Baca Juga: Gen Z Wajib Tahu! Ini Batas Aman Konsumsi Matcha Setiap Hari

Tingkatkan kreativitas, belajar hal baru, dan jadikan AI sebagai alat yang bisa mendukung pembelajaran skill baru agar tetap bisa lebih unggul dan hidup berdampingan dengan AI.

 

Editor : Uways Alqadrie
#kecerdasan buatan #kecerdasan buatan Ai #AI vs Manusia #Dampak AI