Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Teks Khutbah Jumat 3 Oktober 2025: Pancasila Hadiah Istimewa Pendiri Bangsa, Selaras dengan Nilai-Nilai Al-Qur'an

Almasrifah • Jumat, 3 Oktober 2025 | 08:33 WIB

Teks Khutbah Jumat 3 Oktober 2025.
Teks Khutbah Jumat 3 Oktober 2025.
KALTIMPOST.ID, Menjelang ibadah salat Jumat di pekan pertama bulan Oktober, Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 menyoroti tentang rasa syukur atas nikmat persatuan dan ketakwaan sebagai jalan menuju kemuliaan suatu bangsa.

Khutbah jumat terbaru ini mengajak jamaah untuk merefleksikan peran umat Islam dalam menjaga kebhinekaan dan perdamaian bangsa.

Melalui teks khutbah Jumat 3 Oktober 2025 ini disampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila selaras dengan ajaran Islam.

Naskah khutbah Jumat terbaru ini menjelaskan tentang kesesuaian lima sila dengan prinsip tauhid, keadilam, persatuan, musyawarah, dan kepedulian sosial dalam Al-Qur’an.

Isi Naskah Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 selengkapnya dapat disimak di bawah ini. Semoga teks khutbah Jumat terbaru ini dapat memantik kesadaran untuk saling menguatkan komitmen menjaga persatuan bangsa.

Khutbah I

 الْحَمْدُ لِلّٰه رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْنَ  أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ 

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat wal afiyat, sehingga kita bisa melaksanakan shalat Jumat di tempat yang mulia ini. Shalawat serta salah semoga tetap tercurah limpahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw beserta kepada keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Semoga kelak kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir.

Sudah menjadi kewajiban dalam khutbah, khatib berwasiat khususnya untuk diri pribadi umumnya untuk semua jamaah marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Karena dengan ketakwaan, kita akan senantiasa terjaga dari segala hal yang dilarang Allah dan memiliki tekad kuat untuk selalu menjalankan segala perintah-Nya, dan hal tersebut menjadi salah satu indikator mulia atau tidaknya kita dihadapan Allah SWT.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman:

 اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS Al Hujurat: 13).

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT yakni dengan senantiasa mensyukuri anugerah yang telah dilimpahkan dalam hidup kita. Terlebih, hari ini kita hidup di negara kesatuan republik Indonesia, sebuah negara yang sangat kaya dengan beragam suku, bangsa, budaya, bahasa, dan agama.

Syukur yang mendalam juga harus kita panjatkan kepada Allah SWT karena di tengah keberagaman ini, kita juga masih bisa hidup damai, menjalankan segala aktivitas kehidupan sehari-hari serta dapat berbaur dalam perbedaan-perbedaan yang ada. Tentu, semua ini merupakan kenikmatan yang luas biasa dan tak ternilai harganya, sehingga kita patut mensyukurinya agar kenikmatan yang Allah berikan bisa terus bertambah.

Semua itu juga tidak lepas dari perjuangan para pendiri bangsa yang telah meletakkan pondasi kuat untuk menjadi landasan berdirinya Negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, kita juga harus berterima kasih kepada para pendahulu kita dengan berusaha sekuat kemampuan untuk mempertahankan kemerdekaan dan perdamaian sehingga bisa terus terwujud di negara ini.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah Saw bersabda:

 وَمَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللهَ

Artinya: “Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah."

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Di antara kado istimewa yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia adalah hadirnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Hadirnya ideologi yang menjadi dasar negara, ia mampu menyatukan keragaman yang ada dengan lima sila yang ada di dalamnya.

Jika dipahami secara mendalam, kelima sila yang ada dalam Pancasila sama sekali tidak

Kemudian sila ketiga “Persatuan Indonesia” adalah sila yang memuat prinsip-prinsip integrasi dan persatuan atau Al-Wahdah. Allah pun telah menegaskan persatuan di tengah perbedaan ini dalam Al-Qur’an yang termaktub dalam surat Al-Hujurat ayat 13:

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya : “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” Adapun sila Keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” mengusung nilai-nilai kebersamaan dan musyawarah atau Al-Ijma’.

Terkait dengan permusyawaratan ini, banyak disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang salah satunya ada dalam Surat As-Syura ayat 38:

 وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Artinya : “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”

Sedangkan dalam sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” memuat misi untuk mewujudkan keadilan atau Al-Adalah. Prinsip keadilan ini termaktub dalam surat An-Nahl ayat 90:

 اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT

Dari penjelasan tersebut, dapat kita pahami bahwa sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk selalu mencintai dan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa yang telah menyatukan keragaman yang ada di Indonesia. Kita harus bersama-sama mempertahankan eksistensi Pancasila dari upaya-upaya pihak yang ingin menggantinya dengan ideologi lain dan bisa mengancam perdamaian dan kebinekaan Indonesia.

Semoga, kita semua bisa terus melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan mewariskan semangat tersebut kepada generasi penerus sehingga Indonesia akan senantiasa abadi dan mudah-mudahan Allah Swt selalu melindungi Indonesia agar tetap damai dan selalu kompak menjaga kebersamaan dalam kebinekaan. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ  اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

*) Penulis: H Muhammad Faizin

Editor : Almasrifah
#Teks Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 #khutbah Jumat terbaru #pancasila #teks Khutbah Jumat terbaru #Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 #naskah Khutbah Jumat 3 Oktober 2025 #naskah khutbah jumat terbaru