Namun karena kondisi ekonomi saat ini, muncul fenomena baru bernama “Job Hugging” yang sedang melanda dunia kerja. Jika dulu banyak anak muda lekat dengan job hopping (pindah kerja cepat), kini mereka justru “memeluk” pekerjaan yang ada.
Bertahan mati-matian meski tidak bahagia. Bukan karena loyalitas, melainkan karena takut kehilangan stabilitas ekonomi.
Gelombang PHK massal di berbagai sektor, ancaman resesi global, dan harga kebutuhan yang terus naik membuat banyak pekerja muda berpikir ulang.
Gaji tetap bulanan, betapapun tidak memuaskan, kini terasa lebih aman dibanding harus memulai lagi dari nol. “Passion” yang dulu diagung-agungkan kini bergeser menjadi “ketenangan finansial”.
Bagi sebagian Gen Z di kota-kota besar termasuk fenomena ini mulai terasa. Banyak yang mengaku bertahan bukan karena cinta pada pekerjaannya, tapi karena takut “tidak akan dapat yang lebih baik lagi”. Di sisi lain, pekerjaan yang dijalani setengah hati ini justru melahirkan tren lain: quiet quitting.
Mereka tetap datang ke kantor, menyelesaikan tugas sesuai deskripsi, tapi tanpa semangat tambahan. Tidak lagi mengejar promosi, tidak lagi lembur, tidak lagi berinovasi. Mereka menjadi bagian dari “karyawan diam-diam” produktif secara angka, tapi lelah secara emosional.
Fenomena ini menciptakan paradoks menarik. Di tengah dunia kerja yang semakin fleksibel, justru muncul generasi pekerja yang terlalu takut untuk berpindah. Mereka ingin stabil, tapi juga ingin berkembang. Mereka butuh ruang aman, tapi tidak ingin stagnan.
Para pengamat menilai, “job hugging” adalah bentuk adaptasi mental terhadap ketidakpastian. Di masa ketika perusahaan pun bisa sewaktu-waktu melakukan efisiensi, bertahan bisa jadi bukan tanda kurang ambisi melainkan bentuk baru dari kecerdasan bertahan hidup.
Namun, di balik itu semua, ada pertanyaan besar yang masih menggantung: sampai kapan seseorang bisa “memeluk” pekerjaan yang tidak membuatnya tumbuh?
Karena pada akhirnya, rasa aman yang semu pun bisa melelahkan jika tak diimbangi dengan makna. Kamu lebih suka job hopping atau job hugging?
Editor : Uways Alqadrie