KALTIMPOST.ID, Dalam dunia desain grafis yang selama ini dikuasai oleh aplikasi-raksasa seperti Adobe Photoshop dan saudaranya, tiba-tiba muncul sebuah opsi baru, Affinity.
Aplikasi ini hadir bukan sekadar sebagai alternatif, namun sebagai “platform desain lengkap” yang lebih ringan, cepat, dan yang paling mengejutkan sekarang bisa diakses secara gratis.
Kabar besar ini datang lewat akuisisi oleh Canva terhadap pengembang Affinity, Serif Europe Ltd, yang diumumkan pada Maret 2024.
Apa Itu Affinity dan Bagaimana Sejarahnya
Awal perjalanan Affinity dimulai dari Serif Europe Ltd., sebuah perusahaan software asal Inggris yang didirikan tahun 1987.
Pada tahun 2014, Serif meluncurkan aplikasi pertama mereka dalam rangkaian Affinity (Affinity Designer) untuk MacOS dengan tujuan menghadirkan opsi profesional tanpa model langganan yang membebani.
Seiring waktu, muncul juga Affinity Photo dan Affinity Publisher — meliputi desain vektor, pengeditan foto, dan tata letak halaman.
Kemudian, setelah Canva mengakuisisi Serif/Affinity, terjadi transformasi besar: seluruh rangkaian digabung menjadi satu aplikasi baru yang menyatukan ketiga fungsi utama tadi, dan dirilis sebagai “gratis selamanya”.
Baca Juga: Photoshop Terancam? Ini Alasan Kenapa Alternatif Ini Justru Naik Daun
Kenapa Transformasi Ini Begitu Signifikan
Bebas Biaya Langganan dan Beban Teknis
Sebelumnya, banyak software profesional mengharuskan biaya langganan tahunan atau bulanan yang cukup besar.
Affinity dulu juga punya model pembelian satu-kali, yang sudah dianggap terjangkau dibanding pesaing besar.
Kini, bawah payung Canva, versi terbaru Affinity diumumkan sebagai “free forever” atau gratis untuk semua — langkah yang cukup mengejutkan para pelaku industri.
Satu Platform, Banyak Fungsi
Alih-alih harus memakai aplikasi terpisah untuk vektor, foto, maupun tata letak—Affinity sekarang menyatukan semuanya dalam satu ekosistem: desain vektor, edit foto, layout multi-halaman.
Pesaing Serius untuk Raksasa Industri
Dengan akuisisi Serif oleh Canva, langkah ini melihat bahwa Canva ingin “naik level” bukan cuma untuk pengguna biasa, namun juga profesional desain.
Baca Juga: Cukup Upload Foto, Tanpa Prompt! Begini Cara Edit Gambar Otomatis di Hugging Face Anti-Ribet
Apa Arti Bagi Anda, Kreator atau Desainer Harian
- Tak perlu latihan panjang atau memahami banyak fitur rumit seperti di software lama: Affinity menawarkan antarmuka yang lebih ramah tetapi tetap “bertenaga”.
- Cocok untuk siapa saja: mulai dari desainer profesional, pembuat konten sosial media, hingga pemilik bisnis kecil yang ingin hasil visual bagus tanpa biaya besar.
- Jika Anda ingin punya kebebasan kreativitas lebih besar, tanpa tergantung langganan, ini bisa jadi pilihan yang sangat menarik.
- Integrasi dengan Canva juga berarti Anda bisa “melompat” dari desain cepat ke ruang kerja profesional jika dibutuhkan.
Baca Juga: 5 Prompt Foto AI Liburan, Ubah Foto Biasa Jadi Karya Seni ala Traveler Pro Tanpa Perlu Tiket Pesawat
Hal-Hal yang Perlu Diketahui sebelum Terjun
- Meskipun gratis, ada fitur-premium atau tambahan yang mungkin terkait dengan ekosistem Canva (termasuk AI atau layanan tambahan) — pastikan membaca syarat penggunaan.
- Walau satu aplikasi menggabungkan banyak fungsi, mungkin tetap ada “kurva pembelajaran” bagi yang belum terbiasa dengan lingkungan desain profesional.
- Pastikan sistem Anda kompatibel (Windows/Mac) dan Anda memiliki ruang cukup untuk menjalankan aplikasi dengan lancar.
Baca Juga: Tren Foto AI “Nano Banana” Google Gemini: Dari Miniatur Action Figure hingga Poster MotoGP
Transformasi Affinity oleh Canva bisa disebut sebagai revolusi kecil dalam dunia desain grafis: dari alat mahal dan rumit menjadi platform lebih terbuka, lebih terjangkau, dan sangat relevan untuk zaman konten visual saat ini.
Jika Anda selama ini merasa “terpaksa” atau “terhambat” oleh biaya atau kompleksitas software desain, kini ada pilihan serius yang patut dicoba. ***
Editor : Dwi Puspitarini