Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ingin Cepat Kaya? Berhentilah Menghamburkan Uang untuk 6 Kebiasaan Ini

Ari Arief • Sabtu, 3 Januari 2026 | 05:00 WIB

Ilustrasi uang untuk investasi.
Ilustrasi uang untuk investasi.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Memiliki hidup yang mapan dan tenang secara finansial adalah idaman setiap individu.

Namun, menumpuk kekayaan bukan sekadar soal seberapa besar pendapatan, melainkan bagaimana cara kita mengelola pengeluaran.

Tom Corley, seorang akuntan sekaligus penulis ternama, melakukan riset selama lima tahun dengan mewawancarai 233 miliarder.

Meski latar belakang mereka beragam, mereka memiliki satu kesamaan: mereka berhenti membuang uang untuk hal-hal yang dianggap tidak bernilai jangka panjang.

Ada enam kebiasaan belanja yang dihindari oleh orang-orang sukses demi menjaga kekayaan mereka. Apa saja? Kaltim Post menghimpunnya berikut ini:

Baca Juga: Transformasi Hobi Jadi Sumber Penghasilan, Tren Aktivitas Produktif di Tahun 2026, Ini Caranya! 

  1. Makanan Olahan dan Instan

Bagi orang kaya, kesehatan adalah investasi utama. Mereka cenderung menghindari makanan cepat saji atau produk kemasan yang penuh pengawet.

Alih-alih belanja sembarangan, mereka lebih memilih bahan organik berkualitas tinggi dari pasar lokal atau toko bahan pangan segar. Mereka percaya bahwa tubuh yang sehat adalah mesin utama untuk mencari uang.

  1. Barang Murah Berkualitas Rendah

Jangan terkecoh, orang kaya tidak selalu mencari yang paling murah. Mereka justru menghindari produk "sekali pakai" atau furnitur ringkih yang mudah rusak.

Mereka lebih memilih membeli barang bermerek dengan harga dua kali lipat lebih mahal asalkan memiliki ketahanan bertahun-tahun.

Prinsipnya: lebih baik beli sekali untuk selamanya daripada beli murah berkali-kali karena cepat rusak.

Baca Juga: Memulai Tahun dengan Rencana Keuangan yang Matang, Begini Caranya! 

  1. Biaya Perbaikan Besar untuk Barang Usang

Ketika atap rumah bocor parah atau mesin cuci sudah berkali-kali rusak, orang kaya lebih memilih untuk menggantinya dengan unit baru daripada terus-menerus membayar biaya servis.

Mereka memandang bahwa membeli barang baru lebih efisien secara biaya dalam jangka panjang dan memberikan ketenangan pikiran dibandingkan mempertahankan barang tua yang terus menyedot biaya perbaikan.

 Baca Juga: Kesalahan dalam Finansial yang Disadari tapi Cenderung Diabaikan

  1. Peralatan Perawatan Rumah dan Taman

Setelah mencapai level kekayaan tertentu, para jutawan biasanya berhenti membeli alat pemotong rumput atau perkakas kebun.

Mengapa? Karena mereka lebih memilih "membeli waktu". Mereka menyewa tenaga profesional untuk mengurus taman agar mereka bisa menggunakan waktu luangnya untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau memikirkan ide bisnis baru.

 Baca Juga: Tradisi Makan 12 Anggur di Bawah Meja, Dipercaya Bawa Cinta & Keberuntungan Tahun Baru

  1. Judi dan Lotre

Banyak miliarder menganggap judi, lotre, atau slot sebagai "pajak bagi orang yang tidak mengerti statistik".

Mereka sadar bahwa peluang menang sangatlah kecil. Daripada membuang uang untuk keberuntungan yang semu, mereka lebih memilih mengalokasikan dana tersebut ke instrumen investasi yang memiliki dasar logika yang jelas.

  1. Belanja Impulsif (Lapar Mata)

Kemampuan menahan diri adalah kunci kekayaan. Tokoh investasi dunia, Warren Buffett, pernah mengingatkan bahwa jika kita terus membeli barang yang tidak perlu, suatu saat kita harus menjual barang yang kita butuhkan.

Baca Juga: Fenomena Generasi Strawberry: Salah Siapa? Orang Tua, Sekolah, atau Lingkungan?

Orang kaya biasanya menerapkan aturan waktu (seperti menunggu 24 jam atau lebih) sebelum memutuskan membeli sesuatu untuk memastikan bahwa barang tersebut memang dibutuhkan, bukan sekadar keinginan sesaat.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#miliarder #sukses #investasi #kekayaan