KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anggapan bahwa memelihara kucing bisa menyebabkan kemandulan sudah lama menjadi momok bagi para pencinta anabul.
Namun, benarkah keberadaan kucing berdampak langsung pada kesuburan manusia?
Leni Maylina, pakar sekaligus dosen dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, menegaskan bahwa pandangan tersebut hanyalah mitos.
Menurutnya, kucing tidak menyebabkan kemandulan secara langsung. Isu ini sebenarnya berakar dari kesalahpahaman terhadap parasit bernama Toxoplasma gondii.
Ia mengungkapkan, bahwa Toxoplasma gondii adalah protozoa mikroskopis yang sering dikaitkan dengan kucing.
Namun, Leni menekankan beberapa fakta penting yang jarang diketahui masyarakat bahwa prevalensi rendah, yaitu, tidak semua kucing membawa parasit ini.
Kucing rumahan yang terjaga kebersihannya memiliki risiko infeksi yang sangat kecil.
Baca Juga: Bikin Kucing Betah di Rumah! Yuk, Kenalan dengan 5 Tanaman 'Ajaib' Favorit Mereka
Sumber infeksi kucing biasanya tertular jika mengonsumsi daging mentah atau hewan buruan seperti tikus yang membawa kista parasit.
Proses penularan parasit ini keluar melalui kotoran kucing dalam bentuk ookista. Kabar baiknya, kista tidak langsung menular; butuh waktu 1 hingga 5 hari di lingkungan luar untuk menjadi infektif.
"Kucing yang pernah terinfeksi biasanya membentuk antibodi, sehingga kemungkinan mereka mengeluarkan parasit kembali di masa depan sangatlah kecil," jelas Leni dikutip Rabu (7/1/2026).
Diungkapkannya pula, data menunjukkan bahwa lebih dari 80% kasus toksoplasmosis justru tidak berasal dari kucing. Sumber utamanya adalah mengonsumsi daging yang dimasak kurang matang,dan makan sayuran atau buah-buahan yang tidak dicuci dengan bersih.
Baca Juga: Solusi Alami Mengusir Kucing Liar, Memanfaatkan Aroma Kuat dari Tanaman Penangkal
Mengenai hubungannya dengan kesuburan, Leni menyatakan tidak ada bukti medis langsung yang menghubungkan toksoplasma dengan kemandulan. Namun, infeksi ini memang berisiko bagi ibu hamil karena dapat memicu keguguran atau gangguan janin, terutama pada trimester pertama.
Ia menyarankan tidak perlu menjauhkan anabul saat merencanakan kehamilan. Leni membagikan panduan menjaga kebersihan agar tetap aman. Kebersihan litter box, bersihkan kotoran kucing setiap hari agar parasit tidak sempat berkembang menjadi tahap infektif.
Gunakan pelindung dengan selalu gunakan sarung tangan saat membersihkan kandang dan cuci tangan dengan sabun setelahnya. Pola makan anabul dengan hindari memberi kucing daging mentah; berikan makanan kucing siap saji yang terjamin kebersihannya. Cek kesehatan berkala atau rutin membawa kucing ke dokter hewan untuk uji imunologi atau PCR jika diperlukan.
Kesimpulannya, memelihara kucing tetap aman selama faktor kebersihan menjadi prioritas utama. Jangan biarkan mitos menghalangi kasih sayang kepada si anabul!(*)
Editor : Thomas Priyandoko