KALTIMPOST.ID, Tahu merupakan makanan yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Memiliki harga terjangkau dan mudah diolah membuat tahu menjadi pilihan utama oleh banyak orang. Namun, dibalik itu tahu dikenal cukup mudah basi apabila tidak disimpan dengan benar.
Tahu cukup mudah basi karena memiliki kandungan air yang tinggi dan proses pembuatannya yang alami tanpa pengawet.
Hal itu membuat tahu menjadi rentan ditumbuhi bakteri dan mikroorganisme. Maka dari itu, memahami bagaimana menyimpan tahu yang benar menjadi penting agar tetap aman dikonsumsi terutama dalam jangka waktu yang panjang.
1. Rutin Mengganti Air Rendaman Tahu
Cara pertama dapat dilakukan dengan merendam tahu dengan air yang matang dan rutin diganti setiap dua hingga tiga hari. Sebelum merendamnya, tahu perlu dicuci dengan air mengalir hingga lendir pada tahu hilang.
Tahu yang sudah bersih diletakkan di dalam wadah tertutup dan direndam dengan air matang. Air rendaman yang digunakan perlu diganti setiap dua hingga tiga hari sekali agar tidak mudah busuk.
2. Rebus Tahu
Cara kedua dilakukan dengan merebus tahu. Tahu yang sudah bersih setelah dicuci langsung direbus dengan menaburi beberapa bahan dapur. Tahu yang sudah direndam air dan siap direbus tersebut ditaburi dengan garam, kunyit, dan bawang putih.
Tahu direbus selama 10 hingga 15 menit, lalu didiamkan hingga dingin. Tahu yang sudah direbus dan didinginkan langsung dimasukkan kedalam wadah tertutup dengan rapi. Kemudian, tahu di dalam wadah direndam dengan air sisa rebusan.
Tahu yang direndam dengan sisa rebusan akan bertahan lebih lama dari biasanya. Tahu tersebut akan bertahan 7 hingga 14 hari, tanpa perlu diganti air rendamannya.
Dua tips menyimpan tahu tersebut dapat dengan mudah dilakukan di rumah. Pembeli tidak perlu bingung lagi, bagaimana mempertahankan aroma dan tekstur tahu seperti saat awal dibeli apabila sudah paham cara menyimpannya dengan benar.
Tahu jadi aman dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih panjang.(*)
Editor : Thomas Priyandoko