KALTIMPOST.ID, PERTH-Sebuah riset terbaru menyoroti bahaya kecanduan gim terhadap kesehatan fisik generasi muda.
Laporan yang dilansir dari New York Post, Minggu (18/1/2026), menunjukkan adanya korelasi kuat antara durasi bermain video gim yang berlebihan dengan masalah berat badan serta rusaknya pola tidur.
Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah Nutrition, terungkap bahwa ambang batas waktu bermain gim yang mulai berdampak buruk pada tubuh adalah 10 jam per minggu. Lebih dari angka tersebut, risiko gangguan kesehatan meningkat secara drastis.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 300 mahasiswa di Australia dengan usia rata-rata 20 tahun. Para ahli membagi partisipan ke dalam tiga kategori utama.
Pertama, durasi rendah 0 hingga 5 jam bermain per minggu. Kedua, durasi sedang 5 hingga 10 jam bermain per minggu. Ketiga, durasi tinggi di atas 10 jam bermain per minggu.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Ini Pertimbangan Pemerintah
Data riset menunjukkan bahwa kelompok pemain durasi rendah dan sedang memiliki kondisi kesehatan yang cenderung stabil dan serupa.
Namun, perubahan negatif mulai terlihat jelas pada kelompok pemain durasi tinggi (di atas 10 jam).
Temuan utama riset ini menunjukkan bahwa mereka yang menghabiskan waktu sangat lama di depan layar cenderung memiliki kualitas asupan nutrisi yang buruk.
Selain itu, indeks massa tubuh (IMT) kelompok ini rata-rata menyentuh angka 26,3, angka yang sudah masuk dalam klasifikasi obesitas.
Masalah tidak hanya berhenti pada berat badan. Kualitas istirahat juga menjadi korban; hampir seluruh partisipan melaporkan pola tidur yang berantakan.
Namun, tingkat keparahan gangguan tidur paling tinggi dialami oleh pemain di kategori durasi sedang dan tinggi.
Baca Juga: Dunia di Ambang Krisis Global, SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia Baru
Imbauan Ahli
Menanggapi hasil ini, Profesor Mario Siervo dari Curtin School of Population Health memperingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur waktu luang.
Menurutnya, durasi bermain gim yang tidak terkontrol secara langsung berkaitan dengan penumpukan faktor risiko penyakit kronis di masa depan.
Para ahli sangat menyarankan adanya pembatasan waktu bermain guna menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.(*)
Editor : Almasrifah