Salah satu yang cukup mengejutkan, masyarakat justru disarankan tidak terlalu dominan menggunakan warna merah, meski selama ini identik dengan perayaan Imlek.
Dalam tradisi Tionghoa, warna merah dikenal sebagai simbol keberuntungan, perlindungan, serta energi positif. Namun pada Tahun Kuda Api, unsur api disebut sudah sangat kuat karena perpaduan shio Kuda dengan elemen api yang sama-sama memiliki karakter energi tinggi.
Praktisi feng shui menilai kombinasi tersebut dapat memunculkan energi berlebih apabila tidak diseimbangkan.
Penggunaan warna merah yang juga merepresentasikan unsur api dikhawatirkan memperkuat energi secara berlebihan, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakharmonisan dalam kehidupan, baik secara emosional maupun lingkungan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan memilih warna yang lebih menenangkan sebagai penyeimbang, seperti warna bernuansa tanah atau elemen logam. Warna-warna tersebut dipercaya mampu meredam dominasi energi api agar tetap stabil sepanjang tahun.
Meski demikian, anjuran ini bukan larangan mutlak. Warna merah tetap boleh digunakan dalam jumlah terbatas sebagai simbol tradisi dan perayaan, selama tidak menjadi warna dominan dalam dekorasi maupun busana.
Tahun Kuda Api sendiri diyakini membawa karakter dinamis, penuh semangat, sekaligus perubahan cepat. Oleh sebab itu, keseimbangan energi menjadi kunci utama agar keberuntungan tetap terjaga sepanjang tahun baru Imlek 2026.
Editor : Uways Alqadrie