KALTIMPOST.ID, Pada 8 Maret ini waktunya dunia memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day.
Perayaan tahunan yang diperingati secara global ini jadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global akan pentingnya kesetaraan gender demi menciptakan dunia yang bebas bias, stereotip, dan diskriminasi.
Di mana, dunia yang penuh perbedaan dapat dihargai dan dirayakan dengan segala keberagamannya.
Dilansir dari situs resmi UN Women, Hari Perempuan Internasional tahun ini mengusung tema “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls”.
Tema ini diusung untuk memperjuangkan hambatan-hambatan bagi seluruh perempuan di dunia yang menyebabkan mereka belum sepenuhnya merasakan keadilan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan.
Pesan yang terkandung dalam tema tersebut menyoroti perlunya langkah nyata untuk memperkuat hak perempuan, membuka akses pendidikan, meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua perempuan dan anak perempuan.
Sejarah dan Latar Belakang
Hari Perempuan Internasional berakar dari gerakan sosialis dan perjuangan pekerja perempuan di awal abad ke-20 yang dirayakan untuk pertama kalinya pada 1911.
Peringatan Hari Perempuan Internasional lalu mulai diperingati secara global sejak awal 1900-an.
Gerakan ini berkembang di berbagai negara sebagai simbol perjuangan perempuan dalam memperoleh hak yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.
Seiring waktu, Hari Perempuan Internasional terus menjadi momentum global untuk mendorong kesetaraan gender.
Peringatan ini juga digunakan untuk merayakan pencapaian perempuan di berbagai bidang sekaligus mengingatkan bahwa masih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk mewujudkan dunia yang lebih adil bagi perempuan dan anak perempuan.
Editor : Hernawati