KALTIMPOST.ID, Hari Bumi yang diperingati pada 22 April akan jadi bermakna bila dapat menjaga dan melestarikan lingkungan lingkungan di sekitar kita.
Dalam menjaga bumi ini, perlu mengajak anak-anak yang menjadi generasi penerus yang akan mewarisi bumi ini.
Mengajarkan mereka cara memperingati Hari Bumi bukan hanya tentang perayaan satu hari, tetapi juga membentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Hal ini krusial untuk memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Simak ide kegiatan sederhana yang melibatkan anak-anak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
1. Membuat Kompos dari Sampah Dapur
Ajak anak untuk mengumpulkan sisa sayur, kulit buah, dan daun kering, kemudian masukkan ke wadah komposter atau lubang di tanah.
Kegiatan ini mengajarkan kepada anak bahwa sampah organik bisa "kembali ke alam" menjadi pupuk yang menyuburkan tanah.
Pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman.
2. Kerja Bakti Membersihkan Lingkungan
Ajak anak memungut sampah di sekitar rumah, taman, atau selokan dengan menggunakan sarung tangan.
Aktivitas ini mengajarkan anak bahwa sampah yang berserakan dapat merusak lingkungan dan membahayakan hewan.
Untuk membuatnya lebih menarik, jadikan kegiatan ini sebagai permainan "siapa paling banyak mengumpulkan sampah".
3. Membuat Taman Vertikal dari Botol Bekas
Manfaatkan botol plastik bekas dengan memotongnya, lalu isi dengan tanah dan tanam tanaman hias atau sayuran kecil. Aktivitas ini melatih kreativitas anak dalam mengubah sampah menjadi barang berguna dan mengajarkan cara memanfaatkan lahan terbatas untuk penghijauan. Orang tua perlu membantu dalam proses pemotongan botol untuk keamanan.
4. Menanam Tanaman di Halaman Rumah
Ajak anak menanam bibit pohon atau tanaman sayur seperti cabai, tomat, atau kangkung di halaman rumah.
Kegiatan ini mengajarkan anak tentang siklus hidup tanaman dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup.
Untuk memastikan anak rutin merawat tanamannya, buatlah jadwal menyiram bersama.
5. Donasikan Pakaian Layak Pakai
Ajak anak memilih pakaian yang sudah tidak muat atau jarang dipakai, kemudian donasikan ke organisasi kemanusiaan atau panti asuhan.
Kegiatan ini mengajarkan anak pentingnya membeli pakaian berkualitas yang tahan lama daripada banyak pakaian murah yang cepat rusak, yang sering disebut sebagai "fast fashion".
Elizabeth Cline, penulis buku Overdressed: The Shockingly High Cost of Cheap Fashion, menjelaskan bagaimana fast fashion berkontribusi pada limbah dan dampak lingkungan.
Selain itu, donasi turut melatih empati dan berbagi dengan sesama.
Editor : Hernawati