KALTIMPOST.ID, Setiap 2 Mei diperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Di momen Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Sabtu ini biasanya sekolah mengadakan berbagai lomba. Salah satu lomba yang biasa digelar adalah lomba baca puisi.
Sebagai referensi, berikut kumpulan puisi bertema Hari Pendidikan Nasional yang bisa jadi inspirasi.
Kumpulan Puisi Bertema Hari Pendidikan Nasional 2026
1. Asa di Bangku Sekolah
Di bangku kayu yang sederhana
Aku menulis mimpi besar
Dengan tinta harapan
Dan semangat yang tak pernah pudar
Pendidikan mengajarkanku
Bahwa mimpi bukan sekadar angan
Ia adalah tujuan
Yang harus diperjuangkan
Bangku ini yang membuatku tumbuh
Buku dan pena jadi sahabatku
Dengan seluruh coretan tinta di kertas itu
Mengantar aku ke cita-cita yang jauh.
2. Cahaya di Setiap Langkah
Di hari yang penuh cahaya ini
Kami kenang jasa guru suci
Dengan buku dan semangat tinggi
Kami belajar untuk negeri
Tut Wuri Handayani selalu terngiang
Suara guruku penuh sayang
Ilmu adalah bekal sepanjang jalan
Untuk masa depan Indonesia gemilang
Hai kawan, mari kita belajar
Raih mimpi setinggi bintang yang terang
Di Hari Pendidikan yang berharga ini
Kami berjanji jadi generasi yang berani
3. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Tidak ada medali di dadamu
Tidak ada nama di tugu peringatan
Tapi di setiap jiwa yang mekar
Ada sidik jarimu yang terhapuskan
Kau adalah hujan di musim kemarau
Yang datang tanpa pengumuman
Membasahi benih-benih yang nyaris layu
Dan menyuburkan harapan yang hampir padam
Hari ini, di bawah langit dua mei
Kami berdiri dan mengucapkan namamu keras-keras
Bukan karena dunia meminta
Tapi karena hati yang tak sanggup diam
4. Pendidikan dan Harapan
Pendidikan adalah tangga harapan
Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan
Semua manusia berhak untuk menggunakan
Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan
Tangga itu tidak boleh disembunyikan
Dari semua insan yang ingin perubahan
Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan
Hanya untuk meraih keuntungan
Tangga itu harus benar-benar kuat
Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat
Tangga tersebut harus selalu dirawat
Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat
Tangga itu harus bisa beradaptasi
Dari jaman yang begitu kencang berlari
Tangga itu tidak boleh dinodai
Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermoral yang hakiki
5. Menggapai Impian
Senyum terukir tipis
Menghias bibir yang manis
Langkah demi langkah berpijak
Mengejar angan yang bijak
Sejuta harapan ku rengkuh
Laksa rintangan ku tempuh
Laksa Menuju kemenangan
Menggapai impian
Riang gembira jalan hidup
Hati ikhlas bahagia datang
Perjuangan dan doa penuh ikhlas
Bawa berkah yang berlimpah
6. Ilmu Abadi
Ilmu adalah cahaya kehidupan
Menjadi penerang dalam gelapnya kehidupan
Begitu luas untuk dijelajahi
Ilmu bagaikan petunjuk
Penuntun ke jalan yang benar
Menjadi dasar atas apa yang kita lakukan
Ilmu tak pernah lekang oleh waktu
Berkembang seiring berkembangnya waktu
Dan akan terus berkembang hingga akhir kehidupan.
7. Guruku
Guruku, sebuah nama yang sederhana
Namun dapat melahirkan pemimpin bangsa
Sebuah nama yang mudah diucapkan
Namun susah untuk dilupakan
Pagimu adalah pagiku
Ilmumu adalah ilmuku
Teguranmu mendidikku
Hingga aku tahu apa siapa diriku
Engkau laksana lampu di dalam kegelapan
Yang menerangi dalam kegelapanku
Engkau bagaikan angin
Yang selamanya berbisik tentang kebaikan
Namamu selamanya akan bergelora
Tanpa harus diingatkan ku pasti mengingatnya
Jasa yang kau tanamkan, sudah bertumbuh
Guruku, terimakasih untuk semuanya
8. Aku Rela Dididik
Aku rela kau tegur demi kesabaranmu
Aku rela belajar giat karena nasihatmu
Aku rela dididik karena saranmu
Aku tidak rela untuk mencontek karena janjimu
Kau rela mendidiku untuk merubah hidupku
Kau rela membimbingku meskipun aku bandel
Kau rela menyayangiku meskipun aku letih
Kau rela memberi jasa untuk beragam masa depan muridmu
9. Generasi Emas 2025
Kami dalah benih yang kau percaya
Di ladang yang masih belum selesai digarap
Dengan tangan yang masih belajar memegang pena
Dan mimpi yang lebih besar dari langit
Dua ribu empat lima bukan sekadar angka
Ia adalah janji yang ditanam para pendiri
Di setiap buku teks, di setiap papan tulis
Di setiap keringat yang jatuh di ruang belajar
Hari pendidikan Nasional 2026 ini
Adalah titik tolak kami yang kami pilih dengan sadar
Untuk menjadi emas, bukan sekadar besi yang berkilap
Karena bangsa ini pantas mendapatkan yang terbaik
10. Kepadamu Guru
Kepadamu Guru
Ibunda belajarku
Gertakanmu aku ingat
Amanatmu aku simpan
Wajahmu aku bayangkan
Di tengah musibah
Engkau bertahan
Gertakanmu tetap terasa
Amanatmu tetap bersuara
Wajahmu hanya di kaca
Kepadamu Guru
Ibunda belajarku
Perjuanganmu aku kenang
Semangatmu aku cerna
Ilmumu aku terapkan
11. Sekolah
12 tahun kami bersekolah
TK, SD, SMP, SMA
Hanya belajar di dalam kelas
Di belakang meja dan menatap buku yang sangat tebal
Dipaksa memahami semua materi yang disajikan
Jika tak paham, maka kami adalah bodoh.
Apa benar hanya sependek ini pemikiran mereka kepada kami?
Hei, kalian
Kami bersekolah tidak hanya untuk pandai menghitung,
Tidak hanya untuk pandai berbahasa,
Namun lebih dari itu.
Tertanda,
Kami, para murid sekolah
12. Untuk Guru
Engkau hadir tanpa pamrih
Menyampaikan ilmu dengan sabar
Meski lelah tak pernah terlihat
Kau tetap berdiri di depan kami
Setiap kata yang terucap
Menjadi cahaya dalam gelap
Kaulah pahlawan sejati
Dalam perjalanan hidup kami
Di Hari Pendidikan ini
kuucapkan terima kasih sepenuh hati
Jasamu takkan pernah terlupakan
Selama ilmumu hidup dalam kenangan
13. Pena yang Tak Pernah Tidur
Pena itu tak pernah tidur
Ia mengukir nama-nama yang lupa dihormati
Ia menuliskan sejarah di lembaran yang robek
Di antara tangis anak-anak yang ingin belajar
Guru
Kau bangun sebelum matahari naik ke cakrawala
Kau pulang setelah lampu-lampu menyala
Namun senyummu tak pernah habis terbakar
Untuk kami yang masih mencari arah
Di hari sakral ini
Kami tahu bahwa pendidikan bukan kemewahan
Ia adalah hak, ia adalah napas
Yang memerdekakan setiap jiwa yang terkurung
14. Taman Siswa, Taman Bangsa
Kau tanam benih di ladang keras
Di tanah yang diinjak sepatu penjajah
Namun tangan itu tak pernah lepas
Dari lentera bernama ilmu yang merekah
Ki Hajar Dewantara
Namamu adalah doa
Namamu adalah nyala api yang tak mau mati
Di setiap ruang kelas yang menghirup hari
Di hari dua mei yang bersinar
Kami berdiri di atas tanah yang kau garap
Dengan buku di tangan dan mimpi yang besar
Kami adalah buah dari pohon yang kau tanam
15. Nyalakan Indonesiamu
Inilah Indonesia
Yang belajar di tengah keterbatasan
Yang mengajar dengan penuh keikhlasan
Yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan satu-satunya
Ki Hajar Dewantara pernah berkata
Ing Ngarso Sung Tulodo, jadilah teladan
Ing Madyo Mangun Karso, bangun dan semangat bersama
Tut Wuri Handayani, dorong dari belakang dengan cinta
Di Hari Pendidikan Nasional ini
Nyalakan Indonesiamu
Bukan dengan suara yang keras
Tapi dengan tekad yang membara di dalam dada
Editor : Hernawati