KALTIMPOST.ID - Pernahkah Anda terbangun tengah malam dengan sensasi dada terbakar atau mulut terasa asam? Bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), tidur nyenyak sering kali menjadi barang mewah.
Gejala yang muncul di malam hari bukan tanpa sebab, melainkan berkaitan erat dengan gravitasi dan jam tidur penderita asam lambung yang tidak teratur.
Banyak orang salah kaprah dengan langsung merebahkan diri setelah makan malam. Padahal, kebiasaan ini adalah penyebab utama bagi asam lambung untuk naik kembali ke kerongkongan.
Kunci utama bagi penderita asam lambung adalah memberikan jeda waktu yang cukup bagi perut untuk mencerna makanan. Jarak ideal antara makan malam dan waktu tidur adalah minimal 3 jam.
Baca Juga: Rahasia Awet Muda: Kebiasaan Tidur yang Dapat Mengurangi Keriput dan Menjaga Wajah Tetap Kencang
Melansir dari situs Halodoc.com, jarak makan yang terlalu dekat dengan waktu tidur bisa meningkatkan risiko asam lambung naik. Sebagai simulasi, jika Anda selesai makan pukul 19.00, maka waktu paling aman untuk memejamkan mata adalah pukul 22.00 atau 23.00 WIB.
Selain jam tidur, posisi tubuh saat terlelap sangat menentukan kualitas istirahat Anda. Para ahli sangat menyarankan posisi miring ke kiri. Mengapa demikian?
Secara anatomi, saat tidur miring ke kiri, posisi lambung berada di bawah kerongkongan. Hal ini membuat asam lambung lebih sulit untuk naik. Sebaliknya, tidur miring ke kanan justru merelaksasi otot pembatas lambung (sfingter) yang memicu refluks.
Baca Juga: Manfaatkan Waktu 1 Jam Istirahat saat Bekerja dengan Tidur 15 Menit agar Makin Produktif
5 Tips Tidur Nyenyak Tanpa Drama GERD
Agar tidak terus-menerus tersiksa saat malam hari, berikut ringkasan langkah praktis yang bisa Anda terapkan mulai malam ini:
- Gunakan bantal wedge atau ganjal bagian kepala tempat tidur setinggi 10-15 cm. Ingat, yang ditinggikan adalah tubuh dari pinggang ke atas, bukan sekadar menumpuk bantal di kepala.
- Hindari mengenakan piyama atau celana yang ketat di bagian pinggang karena tekanan pada perut dapat mendorong asam naik.
- Matikan lampu, hindari penggunaan gawai satu jam sebelum tidur, dan pastikan suhu kamar tetap sejuk.
- Jauhi kopi, cokelat, makanan pedas, dan alkohol saat makan malam.
- Duduklah dengan posisi tegak setelah makan untuk membantu proses pencernaan bekerja maksimal.
Jika gejala masih terus berlanjut hingga mengganggu aktivitas harian, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi untuk penanganan lebih lanjut. ***
Editor : Dwi Puspitarini