KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah peta dunia kerja global. Di balik gelombang pemutusan hubungan kerja akibat otomatisasi, muncul profesi-profesi baru dengan bayaran fantastis yang kini diburu perusahaan teknologi dunia.
Sejumlah perusahaan besar seperti OpenAI, Anthropic, Google DeepMind hingga Amazon Web Services mulai membuka banyak posisi baru berbasis AI. Gaji yang ditawarkan pun tidak main-main, bahkan ada yang mencapai miliaran rupiah per tahun.
Baca Juga: Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi, Perang AS vs Iran Makin Dekat
Salah satu profesi yang paling banyak dicari saat ini adalah forward deployed engineer. Posisi tersebut bertugas membantu perusahaan klien membangun sistem AI yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mereka secara langsung.
Data Indeed mencatat jumlah lowongan profesi itu pada Januari 2026 meningkat hingga 19 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan teknologi global menawarkan bayaran mulai dari USD115 ribu hingga lebih dari USD200 ribu per tahun atau setara Rp2 miliar sampai Rp3,5 miliar.
Selain itu, muncul juga profesi AI evangelist. Tugasnya memperkenalkan teknologi AI kepada publik, komunitas bisnis, hingga ekosistem startup. Anthropic bahkan membuka posisi khusus bernama Claude Evangelist dengan gaji mencapai USD240 ribu per tahun.
Profesi unik lainnya adalah AI philosopher atau filsuf AI. Pekerjaan ini fokus memastikan pengembangan AI tetap sesuai etika dan nilai kemanusiaan. Google DeepMind pernah membuka posisi serupa dengan kisaran pendapatan hingga USD231 ribu per tahun.
Istilah vibe coder yang sebelumnya hanya populer di media sosial kini juga mulai masuk daftar pekerjaan resmi di industri teknologi. Posisi ini merujuk pada pekerja yang membuat perangkat lunak menggunakan instruksi bahasa alami melalui bantuan AI coding tools.
Baca Juga: Iran Janjikan Rp1 Triliun untuk Siapa Pun yang Bisa Membunuh Trump dan Netanyahu
Beberapa perusahaan teknologi besar seperti TikTok dan YouTube dilaporkan ikut membuka lowongan vibe coder dengan gaji mulai USD108 ribu hingga USD149 ribu per tahun.
Sementara di level tertinggi, posisi Chief AI Officer menjadi jabatan baru yang kini mulai banyak dibentuk perusahaan global. Jabatan ini bertanggung jawab mengatur strategi penggunaan AI di perusahaan sekaligus memastikan penerapannya berjalan aman dan efektif.
Firma konsultan PwC dan Accenture menjadi contoh perusahaan yang sudah lebih dulu membentuk posisi tersebut. Berdasarkan data Glassdoor, gaji Chief AI Officer di sektor swasta dapat mencapai USD494 ribu per tahun atau sekitar Rp8,7 miliar.
Fenomena ini menunjukkan perkembangan AI bukan hanya menghapus pekerjaan lama, tetapi juga menciptakan profesi baru dengan kebutuhan keahlian yang sangat spesifik dan bernilai tinggi di pasar tenaga kerja global.
Berikut 7 profesi yang sedang diburu perusahaan dengan iming-iming gaji yang tinggi:
Forward Deployed Engineer
Insinyur teknologi yang bekerja langsung bersama klien atau pengguna untuk membuat dan menyesuaikan solusi AI sesuai kebutuhan perusahaan. Mereka bertugas menyelesaikan masalah teknis di lapangan secara cepat.
Baca Juga: Mahasiswi Unram Tewas Misterius di Kos Mataram, Motor dan HP Hilang Diduga Dibawa Pelaku
AI Evangelist
Profesi yang bertugas memperkenalkan, mempromosikan, dan mengedukasi masyarakat maupun perusahaan tentang penggunaan AI. Biasanya menjadi jembatan antara teknologi AI dan pengguna umum.
AI Philosopher
Ahli yang fokus membahas etika, dampak sosial, hingga nilai kemanusiaan dalam penggunaan AI. Mereka memastikan AI berkembang tanpa melanggar prinsip moral dan keamanan manusia.
Internal AI Accelerator
Posisi di dalam perusahaan yang bertugas mempercepat penerapan teknologi AI di berbagai divisi kerja. Mereka membantu tim memahami bagian pekerjaan yang bisa dibantu AI agar lebih efisien.
Vibe Coder
Profesi baru di dunia teknologi yang membuat program atau aplikasi menggunakan perintah bahasa alami lewat bantuan AI coding tools. Fokusnya lebih pada kreativitas dan hasil cepat.
AI Model Trainer/Freelancer
Orang yang melatih sistem AI menggunakan data dan contoh tertentu agar AI mampu memahami pola, menjawab pertanyaan, atau menjalankan tugas dengan lebih akurat.
Chief AI Officer
Jabatan eksekutif tertinggi yang bertanggung jawab mengatur strategi penggunaan AI di perusahaan. Mereka memastikan teknologi AI digunakan secara aman, efektif, dan mendukung bisnis perusahaan.
Editor : Uways Alqadrie