KALTIMPOST.ID - Pernahkah Anda merasa mata sudah sangat berat dan mengantuk, namun begitu kepala menyentuh bantal, rasa kantuk itu justru hilang? Kondisi tidak bisa tidur padahal ngantuk ini sering kali memicu frustrasi, terutama saat Anda harus beraktivitas pagi keesokan harinya.
Fenomena ini sebenarnya adalah tanda adanya ketidakseimbangan antara sinyal tubuh untuk istirahat dengan kondisi internal otak. Alih-alih beristirahat, otak justru tetap aktif karena berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga masalah kesehatan yang tidak disadari.
Salah satu penyebab sulit tidur malam hari yang paling sering terjadi di era digital adalah paparan cahaya biru (blue light) dari ponsel.Bermain gadget sebelum tidur menekan hormon melatonin, yakni hormon alami yang memberi sinyal pada tubuh bahwa hari sudah malam.
Baca Juga: Sering Bangun Jam 3 Pagi? Kenali 11 Pemicunya, Termasuk Kebiasaan Sepele Sebelum Tidur
Selain itu, fenomena revenge bedtime procrastination atau memaksakan diri scrolling media sosial karena merasa kurang waktu santai di siang hari, juga menjadi pemicu utama. Kondisi ini membuat tubuh terjebak dalam siklus kelelahan yang tak berujung.
Bukan hanya soal kebiasaan, kondisi mental seperti kecemasan dan overthinking turut berperan besar. Saat stres, tubuh memproduksi kortisol yang membuat kita tetap waspada meski fisik sudah rontok.
Beberapa kondisi medis seperti GERD (asam lambung), gangguan tiroid, hingga Restless Legs Syndrome (sindrom kaki gelisah) juga sering menjadi alasan kenapa tidak bisa tidur padahal ngantuk.
“Sulit tidur meski sudah mengantuk paling sering disebabkan oleh psikis yang tertekan, misalnya akibat ada hal yang membuat Anda stres, takut, atau gelisah. Bukan itu saja, sulit tidur yang Anda alami mungkin juga timbul karena faktor lain, seperti jet lag, efek samping obat, pengaruh kafein atau alkohol, terlalu lelah beraktivitas, lingkungan yang tidak nyaman, atau juga penyakit tertentu, misalnya gangguan jiwa (PTSD, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, skizofrenia), asma, GERD, rheumatoid arthritis, dan sebagainya,” jelas dr. Kevin Adrian yang dilansir melalui situs Alodokter.com.
Baca Juga: Penderita GERD Wajib Tahu! Ini Aturan Jam Tidur Paling Aman agar Asam Lambung Tak Naik
Tips agar Cepat Terlelap
Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu melakukan penyesuaian pada rutinitas harian atau yang sering disebut dengan sleep hygiene. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba:
- Jauhkan ponsel setidaknya 1-2 jam sebelum tidur untuk mengembalikan fungsi melatonin.
- Ciptakan kamar yang nyaman. Pastikan suhu kamar sejuk, suasana tenang, dan cahaya redup.
- Cobalah mandi air hangat, membaca buku fisik, atau melakukan teknik pernapasan dalam jika mulai merasa cemas.
- Hindari makan berat atau konsumsi kafein mendekati waktu tidur. ***