Sering Dicap Jorok, Orang Jarang Mandi Tak Selamanya Malas, Ternyata Dinilai Lebih Fokus pada Prioritas

Almasrifah • Dipublikasikan Selasa, 30 Juni 2026 | 20:13 WIB
Karakter positif seseorang yang jarang mandi. (AI ChatGPT)
Karakter positif seseorang yang jarang mandi. (AI ChatGPT)

KALTIMPOST.ID–Orang yang jarang mandi kerap dicap malas atau jorok. Namun, benarkah kebiasaan tersebut berkaitan dengan kepribadian tertentu?

Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa orang yang jarang mandi memiliki kepribadian positif maupun negatif secara khusus.

Menurut American Psychological Association (APA), kepribadian tidak dapat dinilai hanya dari satu kebiasaan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, dan sosial.

Baca Juga: Jangan Tunggu Mekar! Kapan Waktu Ideal Mengganti Sikat Gigi? Ini Penjelasan Gamblang Dokter Gigi

Meski begitu, dalam kondisi tertentu, para psikolog menilai ada beberapa kecenderungan positif yang bisa saja dimiliki sebagian orang yang tidak terlalu sering mandi. Hubungan ini hanya bersifat korelasi, bukan sebab-akibat.

Salah satunya adalah lebih fokus pada prioritas (task-oriented). Sebagian orang lebih mengutamakan menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas penting dibanding rutinitas yang menurut mereka masih bisa ditunda.

Selain itu, ada pula yang berpikir lebih praktis. Misalnya, seseorang yang bekerja dari rumah, tidak banyak berkeringat, atau berada di ruangan ber-AC sepanjang hari mungkin merasa tidak perlu mandi terlalu sering.

Baca Juga: Karakter Orang yang Diam saat Marah: Bukan Pendendam, Ini Sisi Lain Kepribadiannya yang Ternyata Mengesankan

Pada sebagian orang, kebiasaan tersebut juga berkaitan dengan kesadaran menjaga kesehatan kulit. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mandi terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga memicu kulit kering.

Karena itu, beberapa orang memang sengaja mengurangi frekuensi mandi sesuai kondisi kulit atau anjuran dokter.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa terlalu jarang mandi tetap berisiko menyebabkan penumpukan bakteri, keringat, dan sel kulit mati yang dapat memicu bau badan maupun gangguan kulit.

Baca Juga: Lidah Gatal setelah Makan Nanas? Ternyata Ini Biang Keroknya, Simak Cara Mudah untuk Mengatasi

Cleveland Clinic menegaskan bahwa frekuensi mandi ideal berbeda-beda pada setiap orang, bergantung pada aktivitas, kondisi kulit, dan lingkungan.

Dengan demikian, jarang mandi bukanlah indikator kepribadian tertentu. Jika ada orang yang tampak lebih fokus, praktis, atau cuek terhadap penilaian sosial, hal itu hanyalah kecenderungan pada sebagian individu, bukan karakter yang otomatis dimiliki semua orang yang jarang mandi. (*)

Editor : Almasrifah
jarang mandi kulit kering minyak alami kulit kondisi kulit gangguan kulit