Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sering Susah Tidur? Coba Luangkan Waktu untuk Berkebun, Ternyata Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Hernawati • Sabtu, 4 Juli 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

KALTIMPOST.ID, Kegiatan merawat tanaman ternyata tidak hanya membuat halaman rumah lebih asri dan mengurangi stres, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas tidur. 

Dalam Journal of Affective Disorders, disebutkan bahwa orang yang rutin berkebun di luar ruangan memiliki risiko lebih rendah mengalami berbagai gangguan tidur, mulai insomnia hingga durasi tidur yang terlalu singkat.

Menurut para peneliti, aktivitas berkebun menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang berkaitan dengan tidur malam yang lebih berkualitas.

Berkebun dikaitkan dengan lebih sedikit gangguan tidur

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berkebun memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami berbagai keluhan tidur, seperti insomnia, tidur dengan durasi pendek, hingga rasa kantuk berlebihan pada siang hari.

Dokter spesialis tidur sekaligus juru bicara American Academy of Sleep Medicine (AASM), Dr. Fariha Abbasi-Feinberg menyebutkan, tidur yang cukup merupakan salah satu pilar utama gaya hidup sehat, selain juga pola makan dan aktivitas fisik.

“Tidur yang cukup adalah salah satu dari tiga pilar gaya hidup sehat, bersama nutrisi dan olahraga. Kurang tidur meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis,” kata Abbasi-Feinberg, seperti dikutip Real Simple, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, gangguan daya ingat, serta membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. 

Karena itu, segala aktivitas yang membantu meningkatkan kualitas tidur layak dipertimbangkan sebagai bagian dari kebiasaan sehat sehari-hari.

Paparan sinar matahari dan aktivitas fisik jadi kunci

Kata Abbasi-Feinberg, manfaat berkebun kemungkinan bukan hanya berasal dari tanaman itu sendiri, tetapi juga kombinasi aktivitas fisik dan paparan cahaya alami saat dilakukan saat siang.

“Kita memahami bahwa paparan cahaya dan melakukan aktivitas fisik pada siang hari dapat mendukung tidur yang sehat. Karena itu, berkebun berpotensi memberikan manfaat bagi kualitas tidur,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan hubungan antara keberadaan ruang hijau dengan durasi tidur yang lebih baik. 

Tak hanya itu, berkebun diketahui memberikan manfaat bagi kesehatan mental serta membantu memperbaiki gejala demensia pada sebagian orang.

Walaupun demikian, Abbasi-Feinberg menilai, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah manfaat tersebut lebih dipengaruhi oleh aktivitas fisiknya, interaksi dengan alam, atau kontak langsung dengan tanah dan tanaman.

Tidak harus berkebun, berada di alam juga bermanfaat

Untuk orang yang belum memiliki kebun, manfaat serupa tetap bisa diperoleh dengan lebih sering menghabiskan waktu di alam terbuka. 

Berjalan santai di taman, merawat tanaman dalam pot, atau sekadar menikmati suasana hijau dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan aktivitas fisik sekaligus mengurangi stres.

Abbasi-Feinberg mengatakan, penelitian ini menunjukkan bahwa aktif bergerak di alam terbuka tampaknya berkontribusi terhadap kesehatan tidur secara keseluruhan.

“Penelitian ini tampaknya menunjukkan bahwa aktif secara fisik dan berada di alam dapat membantu meningkatkan kesehatan tidur secara keseluruhan,” bebernya.

Editor : Hernawati
#berkebun #susah tidur #kualitas tidur