Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

5 Cara Menyiapkan Mental Anak Hadapi Lingkungan Sekolah Baru, Ikuti Tips dari Psikolog

Hernawati • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:12 WIB
Ilustrasi anak mau sekolah.
Ilustrasi anak mau sekolah.

KALTIMPOST.ID, Di tahun ajaran baru sekolah, umumnya para orangtua mulai sibuk mengurus berbagai keperluan sekolah anak, terutama anak yang pertama kali akan bersekolah. Misalnya, membeli perlengkapan sekolah berupa alat tulis, baju, tas atau persiapan pakaian.

Hal tersebut memang harus dilakukan, tapi ada hal lain harus orangtua sadari dan mungkin mesti dibicaran dengan anak, yaitu apakah mental anak sudah siap untuk masuk sekolah?

Menurut psikolog Patricia Elena, sebaiknya persiapan mental anak tidak diabaikan.

Mempersiapkan mental anak sebelum masuk sekolah sangat penting. Hal ini akan menolong anak untuk merasa senang, nyaman dan lebih percaya diri menyambut hari pertama mereka di sekolah.

Berikut yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak siap memulai hari di sekolah.

1. Bangun Interaksi Positif dengan Anak

Orangtua perlu menjalin komunikasi yang baik dengan anak, terutama melatihnya berinteraksi.

Dengan pola interaksi yang baik akan membantu rasa percaya diri anak saat bertemu orang/teman baru disekolah, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Saat hari pertama sekolah, biasanya kehadiran orangtua akan membuat anak merasa nyaman, maka ajaklah anak untuk memulai interaksi.

Orangtua bisa memulai interaksi dengan guru dengan melibatkan anak dalam percakapan ringan dan menyenangkan, kemudian mintalah anak untuk beri salam atau berjabat tangan dengan teman sebayanya.

2. Ceritakan Pengalaman Menyenangkan yang akan Ditemukan saat di Sekolah

Bangunlah suasana menyenangkan tentang sekolah. Orangtua bisa ceritakan pengalaman menarik dan menyenangkan mereka saat sekolah, misalkan mendapat teman baru, bermain dan belajar banyak hal baru.

Dengan mendapat gambaran menyenangkan, akan menambah semangat anak untuk sekolah.

Dengan demikian, tercipta kedekatan psikis, bahwa apa yang akan anak temui di dunia sekolah adalah apa yang telah orangtuanya alami, dan itu menjadi hal yang wajar bagi anak saat menjalani masa sekolah.

"Jika anak takut ditinggal biasanya memang ada perasaan cemas yang dibangun sejak dini, kecemasan ini muncul disebabkan oleh segala aktivitas anak selalu mendapatkan penanganan dan bantuan dari orgtuanya. Cara terbaik adalah melatih anak untuk berani, Memberikan sugesti positif jika sekolah itu menyenangkan," kata Patricia.

3. Kenalkan Anak Mengenai Aturan di Sekolah

Selain pengalaman yang menyenangkan di sekolah, anak juga perlu tahu konsekuensi dan aturan yang akan dijalani di sekolah.

Ini bagus, agar anak memahami bahwa salah satu tujuannya sekolah adalah melatih dirinya menjadi pribadi yang lebih bijaksana.

Ada beberapa hal yang bisa orangtua jelaskan, di antaranya jadwal tidur lebih awal, bangun pagi lebih awal, mengerjakan tugas dari guru, hormati guru sayangi teman, hingga mematuhi peraturan sekolah.

Hindari menjelaskan dengan cara kaku atau terkesan menggurui, karena akan dianggap menakut-nakuti.

4. Biasakan Anak untuk Mandiri

Dukung anak untuk sedia mengeksplorasi dan beraktivitas di luar rumah tanpa ditemani orangtua.

Untuk anak yang akan memulai masuk sekolah pertama mereka, dengan adanya sikap mandiri ini akan mengurangi rasa takut dan cemas saat berpisah dari orangtua.

"Persiapan lebih ke psikis mereka ya, kalau itu biasakan anak untuk mandiri dalam setiap melaksanakan kegiatannya, biarkan anak terbiasa memecahkan masalahnya sendiri sambil tetap diawasi dan dibimbing," tambahnya.

Melatih anak untuk mandiri sangat penting, mengingat kegiatannya di sekolah jauh dari pantauan orangtua.

Kenalkan pada anak bahwa ada orangtua pengganti saat di sekolah, yakni guru. Anak harus bisa menyampaikan atau menceritakan keinginan dan perasaannya di sekolah kepada guru.

Tentu sebelum anak benar-benar mandiri, peran orangtua penting untuk melatihnya, misalkan saat anak hendak ke toilet, latih anak untuk bisa menggunakan toilet sendiri.

5. Tetap Awasi Perkembangan Anak

Jika setelah menjalani beberapa hari dan anak mendapati sesuatu yang tak menyenangkan, orangtua harus bicarakan secara baik-baik dengan anak, dan tetap berikan semangat.

Ini bisa dilakukan ketika anak pulang sekolah, sambutlah dengan hangat dan tanyakan apa yang dia rasakan serta lakukan selama di sekolah.

Hal ini untuk menunjukkan pada buah hati bahwa orangtua peduli dengan apa yang dilaluinya selama bersekolah.

Editor : Hernawati
cara menyiapkan mental anak psikolog mental anak