Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jangan Asal Isi Radiator Coolant, Ada 6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Pemilik Kendaraan

Dwi Puspitarini • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:28 WIB
coolant radiator
Ilustrasi. Radiator coolant membantu menjaga suhu mesin tetap stabil sehingga mengurangi risiko mesin overheat pada berbagai kondisi berkendara.

KALTIMPOST.ID - Menjaga kondisi radiator coolant tidak hanya penting untuk mencegah mesin overheat, tetapi juga berpengaruh terhadap performa dan usia pakai kendaraan. Cairan pendingin yang tepat membantu mesin bekerja pada suhu ideal sehingga komponen tetap terlindungi, terutama saat mobil digunakan setiap hari.

Pemilihan radiator coolant juga perlu disesuaikan dengan karakter penggunaan kendaraan. Mobil yang sering terjebak kemacetan, menempuh perjalanan jauh, atau digunakan di daerah beriklim panas membutuhkan sistem pendingin yang bekerja lebih optimal agar suhu mesin tetap stabil.

Selain mencegah mesin overheat, radiator coolant yang berkualitas mampu melindungi saluran pendingin dari korosi, memperpanjang usia komponen, serta menjaga efisiensi kerja mesin. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga spesifikasi cairan pendingin yang digunakan.

Pengalaman Dunia Balap Jadi Acuan Pengembangan Produk

President Director PT Autochem Industry (AI), Henry Sada, mengatakan pengalaman perusahaan di dunia balap menjadi salah satu dasar dalam pengembangan produk radiator coolant.

"PT Autochem Industry (AI) telah membangun brand MASTER Radiator Coolant sejak tahun 1998. Radiator coolant ini berhasil menjadi market leader dengan kekuatan utama pada harga yang terjangkau oleh semua kalangan," kata President Director PT Autochem Industry (AI), Henry Sada, dalam keterangan resminya, dilansir dari kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Henry, keikutsertaan MASTER dalam ajang balap touring nasional tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga digunakan untuk menguji performa produk pada kondisi berkendara yang dinamis.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi masukan untuk menyempurnakan produk agar sesuai dengan kebutuhan pengguna kendaraan di wilayah beriklim tropis.

Enam Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Radiator Coolant

1. Pilih yang Mampu Melepas Panas dengan Baik

Kemampuan radiator coolant dalam menyerap dan melepaskan panas menjadi faktor utama. Semakin baik proses perpindahan panas, semakin kecil risiko mesin mengalami kenaikan suhu berlebih saat bekerja pada putaran tinggi maupun kondisi jalan yang berat.

2. Sesuaikan dengan Pola Penggunaan Kendaraan

Kendaraan yang lebih sering menghadapi kemacetan membutuhkan sistem pendingin yang bekerja lebih keras. Saat mobil berhenti, aliran udara menuju radiator berkurang sehingga proses pendinginan sangat bergantung pada kualitas coolant.

Jika proses pendinginan tidak maksimal, suhu mesin bisa meningkat dan berdampak pada konsumsi bahan bakar, performa kendaraan, hingga mempercepat keausan komponen mesin.

3. Perhatikan Kandungan Glycol

Kandungan glycol membantu meningkatkan titik didih cairan pendingin sehingga tidak mudah menguap ketika suhu mesin tinggi. Selain itu, bahan ini juga membantu menjaga kestabilan suhu kerja mesin dalam berbagai kondisi.

4. Pastikan Memiliki Formula Antikarat

Radiator coolant tidak hanya berfungsi mengendalikan suhu mesin, tetapi juga melindungi jalur pendingin dari korosi. Formula antikarat membantu mengurangi risiko kebocoran maupun penyumbatan yang dapat mengganggu sirkulasi cairan pendingin.

5. Pilih yang Menggunakan Teknologi OAT

Formula Organic Acid Technology (OAT) dikenal mampu memberikan perlindungan pada komponen logam tanpa meninggalkan endapan atau kerak di dalam sistem pendingin. Teknologi ini juga memiliki tingkat penguapan yang rendah sehingga usia pakainya relatif lebih lama.

6. Sesuaikan dengan Teknologi Kendaraan

Pada kendaraan listrik dan hybrid, radiator coolant tidak hanya menjaga suhu mesin, tetapi juga membantu mendinginkan baterai, motor listrik, hingga inverter agar bekerja secara optimal.

Sementara pada mobil bermesin bensin maupun diesel modern, termasuk yang sudah menggunakan turbo intercooler dan teknologi katup variabel, radiator coolant membantu menjaga suhu kerja mesin tetap stabil sehingga performa kendaraan tetap terjaga.***

Editor : Dwi Puspitarini
mesin overheat radiator coolant coolant mobil sistem pendingin mobil tips memilih radiator coolant