KALTIMPOST.ID, Melatih anak tidur sendiri bisa menjadi tantangan bagi banyak orang tua, terutama jika si kecil terbiasa tidur bersama sejak bayi.
Namun, dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, anak bisa beradaptasi dan merasa nyaman tidur di kamarnya sendiri.
Namun sayang, sebagian anak justru masih terkesan enggan.
Ada banyak alasannya, misalnya karena takut, belum siap, atau kangen dengan mama-papanya di tengah malam.
Kalau kamu termasuk salah satu yang mengalaminya, ada beberapa cara melatih anak tidur sendiri. Berikut ulasannya.
1. Beri penjelasan mengapa anak perlu biasa tidur sendiri
Langkah awal yang perlu dilakukan orang tua adalah memberikan penjelasan mengapa anak perlu dibiasakan tidur sendiri.
Misalnya, karena anak sudah mulai besar, meningkatkan rasa percaya diri, dan juga memiliki waktu tidur yang teratur. Berikan alasan-alasan dengan bahasa yang sesuai dengan usia anak.
2. Mulai secara bertahap
Jika anak terbiasa tidur bersama orang tua, jangan langsung memintanya tidur sendiri sepenuhnya.
Bisa dimulai dengan menidurkannya di ranjang sendiri tetapi tetap di dalam kamar orang tua, lalu perlahan pindahkan ke kamarnya.
Pendekatan bertahap ini membuat anak lebih nyaman dan tidak merasa ditinggalkan secara tiba-tiba.
3. Ciptakan suasana tidur yang nyaman
Pastikan kamar anak terasa aman dan menyenangkan agar ia betah tidur sendiri.
Gunakan lampu tidur dengan cahaya redup, pilih sprei atau selimut yang disukainya, dan biarkan ia membawa boneka kesayangan. Lingkungan yang nyaman membantu anak merasa lebih rileks saat tidur sendiri.
4. Bangun rutinitas sebelum tidur
Rutinitas yang konsisten membantu anak memahami bahwa waktu tidur sudah dekat.
Bisa dimulai dengan aktivitas seperti membersihkan diri dan gosok gigi, mengganti baju tidur, membaca buku, dan berdoa.
5. Hilangkan gangguan dalam kamar
Mulai menghilangkan gangguan yang ada di dalam kamar, seperti televisi, komputer, atau peralatan elektronik lainnya yang membuat lingkungan kamar menjadi tidak kondusif untuk tidur.
Stimulasi yang berhubungan dengan menonton televisi atau bermain video games dan cahaya dari komputer atau dari layar televisi akan semakin membuat tidur anak menjadi sulit.
Gunakanlah lampu tidur yang redup bila anak membutuhkannya.
6. Selalu tepati janji sebelum anak tidur
Banyak orang tua yang menidurkan anaknya dan menjanjikan untuk kembali lagi sebentar untuk memeriksa apakah sang anak sudah tertidur.
Tepati janji itu, hanya saja kembalilah dengan jeda waktu yang lebih panjang. Biasanya sang anak akan tertidur di salah satu jeda waktu ini.
7. Jangan lupa periksa kembali kondisi anak
Disarankan untuk memeriksa kembali anak setiap interval 5 - 10 menit. Apabila Mama atau Papa kembali sebelum 5 menit, anak mungkin belum tertidur.
Namun bila orangtua kembali terlalu lama, sang anak dapat menjadi khawatir dan takut. Hal ini nantinya akan membuat situasi menjadi lebih buruk.
8. Cobalah konsisten
Psikolog Ikhsan mengatakan, “Lakukan usaha agar anak berani tidur sendiri tersebut secara rutin dan konsisten supaya anak juga jadi terbiasa.”
Awalnya mungkin berat, anak menangis, lantas orang tua merasa tidak tega dan menyerah. Namun, percayalah secara perlahan, bila diterapkan konsisten, anak akan berani dan menunjukkan kemajuan yang baik.
9. Berikan pujian dan apresiasi
Bila anak berhasil tidur sendiri, berikan pujian atau hadiah kecil untuk memperkuat kebiasaannya. Misalnya, katakan, “Mama bangga karena kamu bisa tidur sendiri malam ini!”.
Penghargaan sederhana ini akan membuat anak merasa bangga dan lebih termotivasi untuk terus tidur sendiri.
Editor : Hernawati