Kamu Merasa Hidup Sekarang Terasa Lebih Berat? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07 WIB
STRES: Kelelahan ekstrem secara fisik, emosional, dan mental akibat stres berkepanjangan dikenal sebagai burnout, yang bukan hanya rasa capek biasa.
Ilustrasi. Hidup terasa berat? Ada beberapa faktor yang memengaruhi kesehatan mental banyak orang dalam beberapa tahun terakhir.

KALTIMPOST.ID - Hidup terasa berat menjadi keluhan yang semakin sering terdengar dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang mengaku lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga merasa cemas menghadapi rutinitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh masalah pribadi, tetapi juga berbagai perubahan besar yang terjadi dalam waktu singkat.

Perubahan tersebut berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Pandemi, kenaikan biaya hidup, perkembangan media sosial, hingga banjir informasi membuat banyak orang harus beradaptasi dengan tekanan baru yang terus bermunculan.

Fenomena hidup terasa berat ini pun menjadi perhatian berbagai ahli. Sejumlah faktor disebut saling berkaitan dan membuat beban psikologis masyarakat meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Kamu Sering Marah-marah? Mungkin Kurang Tidur Jadi Bikin Mudah Emosi dan Tersinggung, Simak Penjelasannya

1. Media Sosial Memicu Kebiasaan Membandingkan Diri

Media sosial kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, algoritma platform digital membuat pengguna lebih sering melihat pencapaian dan gaya hidup orang lain yang tampak sempurna.

Tanpa disadari, kondisi tersebut mendorong banyak orang membandingkan hidupnya dengan orang lain. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan kenyataan.

Akibatnya, rasa kurang percaya diri, iri, hingga perasaan tertinggal menjadi lebih mudah muncul.

2. Dampak Pandemi Belum Benar-benar Hilang

Meski pandemi Covid-19 telah berakhir, dampaknya masih dirasakan hingga kini.

Banyak orang pernah mengalami kehilangan, perubahan cara bekerja, keterbatasan aktivitas, hingga ketidakpastian ekonomi selama pandemi. Pengalaman tersebut meninggalkan tekanan emosional yang tidak langsung hilang.

Generasi muda, terutama mereka yang memasuki dunia kerja setelah masa pandemi, menjadi salah satu kelompok yang masih merasakan dampaknya.

Baca Juga: Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Mungkin Ini Penyebabnya yang Gak Kamu Sadari

3. Banjir Informasi Membuat Otak Cepat Lelah

Setiap hari masyarakat menerima begitu banyak informasi dari media sosial, internet, hingga aplikasi berita.

Isu ekonomi, konflik dunia, perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga kecerdasan buatan datang hampir tanpa jeda.

Paparan informasi yang terus-menerus membuat otak bekerja lebih keras sehingga banyak orang merasa lelah secara mental meski aktivitas fisiknya tidak terlalu berat.

4. Biaya Hidup Terus Meningkat

Naiknya harga kebutuhan pokok menjadi tekanan yang dirasakan hampir semua kalangan.

Harga makanan, transportasi, tempat tinggal, hingga kebutuhan sehari-hari terus meningkat. Kondisi ini membuat sebagian orang harus bekerja lebih lama atau mencari tambahan penghasilan.

Akibatnya, waktu untuk beristirahat maupun berkumpul bersama keluarga menjadi semakin terbatas.

Baca Juga: Susah Tidur Tiap Malam? Coba Cara Ini agar Tidur Cepat Tanpa Obat

5. Perbedaan Pendapat Semakin Tajam

Perdebatan mengenai isu politik, sosial, hingga budaya kini lebih mudah terjadi, terutama di media sosial.

Algoritma platform digital sering menampilkan konten yang memancing emosi sehingga perbedaan pendapat terasa semakin tajam.

Situasi tersebut membuat hubungan dengan teman, rekan kerja, bahkan keluarga bisa terganggu hanya karena memiliki pandangan berbeda.

6. Kabar Buruk Datang Hampir Setiap Hari

Kemudahan mengakses informasi membuat masyarakat mengetahui berbagai peristiwa dari seluruh dunia hanya dalam hitungan detik.

Mulai dari perang, bencana alam, krisis ekonomi, hingga berbagai tragedi terus bermunculan di layar ponsel.

Paparan kabar negatif secara terus-menerus dapat meningkatkan rasa cemas dan membuat dunia terasa lebih menakutkan dibanding sebelumnya.

Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Perubahan

Meski berbagai tantangan tersebut sulit dihindari, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi tekanan.

Beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan antara lain:

·         Membatasi waktu bermain media sosial.

·         Menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman.

·         Memberikan waktu yang cukup untuk beristirahat.

·         Mengurangi paparan berita negatif secara berlebihan.

·         Menikmati aktivitas sederhana yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.

Pada akhirnya, jika hidup terasa berat, kondisi tersebut bukan berarti seseorang lemah. Perubahan besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir memang memberi tekanan baru bagi banyak orang. Karena itu, menjaga kesehatan mental dan memberi ruang untuk beristirahat menjadi langkah penting agar tetap mampu menjalani aktivitas dengan lebih seimbang.***

Editor : Dwi Puspitarini
hidup terasa berat media sosial biaya hidup Kehidupan kesehatan mental