Padahal Mobil Jarang Dipakai, Kok Aki Bisa Soak? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 07:29 WIB
jumper aki
Ilustrasi. Aki mobil pada mobil jarang dipakai tetap berisiko mengalami aki soak jika kendaraan terlalu lama tidak digunakan tanpa perawatan yang tepat.

KALTIMPOST.ID - Aki mobil menjadi salah satu komponen yang paling sering bermasalah ketika kendaraan terlalu lama tidak digunakan. Banyak pemilik mengira mobil jarang dipakai justru membuat usia aki lebih panjang, padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pada mobil jarang dipakai, aki mobil tetap kehilangan daya meski mesin tidak dinyalakan. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko aki soak akan meningkat dan kendaraan bisa sulit dihidupkan saat hendak digunakan.

Menurut Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya, Mohan Kurniawan, banyak kasus aki soak bukan terjadi karena usia pakai semata, melainkan akibat pola penggunaan kendaraan yang kurang tepat serta minimnya perawatan aki.

Aki berfungsi menyimpan energi listrik untuk menghidupkan mesin sekaligus memasok kebutuhan listrik seluruh sistem kendaraan. Saat mesin menyala, alternator akan mengisi kembali daya yang berkurang.

Namun jika mobil terlalu lama hanya terparkir, proses pengisian tersebut tidak terjadi. Akibatnya, kapasitas penyimpanan daya aki terus menurun hingga akhirnya tidak lagi mampu menyalakan mesin.

Baca Juga: Jangan Asal Isi Radiator Coolant, Ada 6 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Pemilik Kendaraan

Karena itu, kendaraan tetap perlu digunakan secara berkala meski tidak dipakai setiap hari.

Berapa Lama Mobil Perlu Dipanaskan?

Pemilik kendaraan disarankan menggunakan mobil selama 20-30 menit dalam satu perjalanan agar pengisian daya dari alternator berlangsung optimal.

Bila mobil memang jarang digunakan, mesin sebaiknya dinyalakan 2-3 kali dalam seminggu untuk membantu menjaga kondisi aki mobil tetap stabil.

Cek Tegangan Aki Secara Berkala

Selain penggunaan rutin, kondisi aki juga dapat dipantau melalui pemeriksaan tegangan.

Berikut kisaran tegangan yang perlu diperhatikan.

·         12,6-12,8 Volt saat mesin mati menandakan kondisi aki masih sehat.

·         Sekitar 12,4 Volt menunjukkan daya aki mulai menurun.

·         Di bawah 12 Volt menandakan aki perlu segera diperiksa karena berisiko soak.

·         13,7-14,7 Volt saat mesin hidup menunjukkan sistem pengisian bekerja normal.

Jika tegangan pengisian berada di bawah kisaran tersebut, kemungkinan terdapat masalah pada alternator atau sistem pengisian kendaraan.

Baca Juga: Ini Waktu Ideal Ganti Oli Motor, Perhatikan Tandanya agar Mesin Selalu Prima

Jangan Abaikan Terminal Aki

Perawatan sederhana juga berpengaruh terhadap usia aki. Salah satunya dengan menjaga terminal aki tetap bersih dari karat dan kotoran.

Terminal yang kotor dapat menghambat aliran listrik sehingga starter terasa berat dan berbagai sistem kelistrikan tidak bekerja maksimal.

Selain itu, posisi aki juga harus terpasang kuat. Pengikat yang longgar membuat aki mudah terguncang saat mobil berjalan sehingga berpotensi mempercepat kerusakan komponen di dalamnya.

Kenali Gejala Alternator Bermasalah

Bukan hanya aki yang perlu diperhatikan, sistem alternator juga harus dipastikan bekerja normal.

Alternator yang bermasalah membuat aki terus kehilangan daya karena tidak mendapat pengisian yang cukup saat mesin hidup.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

·         Lampu indikator aki menyala di panel instrumen.

·         Starter terasa lebih berat dari biasanya.

·         Aki baru cepat kehilangan daya.

·         Kelistrikan kendaraan mulai melemah.

Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya kendaraan segera diperiksa agar kerusakan tidak semakin parah.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Tempat Camping Terbaik di Indonesia, Nomor 10 Jadi Favorit Pemburu Sunrise

Usia Aki Tetap Dipengaruhi Cara Pemakaian

Secara umum, usia aki mobil berkisar 2-3 tahun, tergantung pola penggunaan dan perawatan aki. Aki basah umumnya membutuhkan perhatian lebih karena cairan elektrolit harus diperiksa secara berkala, sedangkan aki Maintenance Free (MF) relatif lebih praktis.

Karena itu, penggunaan kendaraan secara rutin, pemeriksaan tegangan, menjaga kebersihan terminal, serta memastikan alternator bekerja normal menjadi langkah sederhana untuk mencegah aki soak dan menjaga performa kendaraan tetap optimal.***

Editor : Dwi Puspitarini
mobil jarang dipakai aki soak alternator aki mobil perawatan aki